Scroll untuk baca artikel
Kabar

Makna kewajiban silaturahmi dan keutamaannya sesuai tuntunan sunnah

453
×

Makna kewajiban silaturahmi dan keutamaannya sesuai tuntunan sunnah

Sebarkan artikel ini

Bisa menyehatkan mental

Penulis: St Umi Maysaroh

Silaturahmi adalah salah satu amalan umat muslim untuk menyambung tali persaudaraan, bukan hanya sebuah tradisi melainkan Sunnah sesuai ajaran nabi .

Silaturahmi dapat dilakukan kapan saja, namun amalan ini menjadi salah satu agenda saat hari raya Idul Fitri atau lebaran. Saat lebaran tiba orang muslim berbondong-bondong pulang ke kampung halaman untuk menyambung silaturahmi pada keluarga dan sanak keluarga.

Mengenai anjuran silaturahmi Rosululloh SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori. Ada pun bunyi hadisnya adalah sebagai berikut:

Man ahabba ayyubsatho lagu firrizqi wayunsa’a lahu fi atsarihi fal yasil rahimahu

Artinya:”Barang siapa yang ingin di luaskan rizkinya dan di panjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung silaturahmi,”

Asal usul silaturahmi

1 Syawal menjadi puncak hari kemenangan setelah seorang muslim berpuasa selama satu bulan penuh, setelah sholat Id di masjid atau lapangan orang muslim biasanya sering melanjutkan silaturahmi hingga lebaran ketupat tiba.

Baca Juga:   Rukyatul hilal 1 Ramadhan 1443 digelar di 101 lokasi, ini titik-titiknya

1. Berkunjung ke makam

Setelah sholat Id umumnya seorang muslim akan mampir ke makam orang tuanya atau sanak keluarganya yang sudah mendahuluinya, setibanya di makam akan membersihkan makam, memanjatkan do’a atau membawa bunga untuk di taburkan di makam

2. Silaturahmi ke sanak Saudara

Usai melakukan nyekar adat Jawa biasanya melanjutkan kegiatan lebaran dengan halal bi halal terutama dari yang lebih muda berkunjung ke yang lebih tua.

Muslim di Jawa menggunakan momen lebaran atau Hari Raya Idul Fitri untuk menyambung persaudaraan, dengan berkunjung ke sanak kerabat yang umumnya tidak dijumpai di keseharian. Upaya ini juga dilakukan agar tidak kepaten obor, atau putus tali persaudaraan karena generasi muda tak kenal dengan saudara dari orang tua mereka.

3. Saling berkunjung dan meminta maaf

Tradisi meminta maaf atau sungkem di keluarga Jawa sering kali menguras emosi. Tak jarang umat Muslim akan meneteskan air mata atau tersedu-sedu saat sungkem kepada orang tua atau kerabat yang lebih tua.

Baca Juga:   Lomba Oklik Bojonegoro Segera Digelar, Ini Detail Hadiahnya

Keutamaan menjaga silaturahmi

1. Dipanjangkan umur dan dilancarkan rizkinya

Keutamaan menjaga silaturahmi dapat memperpanjang umur dan memperlancar rizkinya, mengunjungi keluarga dan sanak keluarga salah satu untuk menciptakan kerukunan dan keharmonisan keluarga.

2. Di muliakan di dunia dan akhirat

Keutamaan menjaga Silaturahmi dalam Islam dapat menjadikan seorang hamba yang di muliakan, menyambung silaturahmi dengan orang yang memutus tali silaturahmi maka akhlak terpuji yang disukai Allah

3. Menambah ilmu

Ilmu dari keutamaan menjaga silaturahmi dalam Islam ini bisa didapat melalui cerita, pengalaman hidup, bahkan pengetahuan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Kerabat atau sanak saudara bisa dijadikan sebagai seseorang yang dapat membantu kita untuk menambah ilmu.

4. Dekat dengan Allah

Keutamaan menjaga silaturahmi dalam Islam adalah bagian dari mendekatkan diri pada Allah SWT. Menjalin silaturahmi dengan sesama menjadi salah satu sarana kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

5. Terhindar dari api neraka

Seorang muslim yang menjalin silaturahmi akan di jauhkan dari neraka , sebagaimana di jelaskan dalam salah satu hadis yang di riwayatkan Bukhori dan Muslim
“Engkau menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.”

Baca Juga:   Keajaiban Sedekah di Bulan Ramadhan Beserta Dalilnya

6. Menjaga keharmonisan

Setiap manusia tidak akan pernah lepas dari kesalahan dan dosa, sehingga sudah barang tentu seseorang akan minta maaf dan saling memaafkan. Sesungguhnya seseorang yang memutus tali silaturahmi maka dianggap sebagai perusak bumi.

7. Menyehatkan Mental

Menghadirkan kembali rasa bahagia dan perasaan positif, baik untuk kesehatan mental seseorang. Maka dari itu, keutamaan menjaga silaturahmi dalam Islam ini patut dijaga. Tak hanya ke saudara dan sanak keluarga saja, tapi juga ke para sahabat, teman, hingga orang-orang yang lama tak dijumpai.

______________

Penulis adalah mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro. Nim : 20260358/
Email : 20260358@sunan-giri.ac.id