Scroll untuk baca artikel
PERSPEKTIF

Jangan rebut kebahagiaan Orang Lain

355
×

Jangan rebut kebahagiaan Orang Lain

Sebarkan artikel ini

Semua orang berhak bahagia

Apakah ada orang tak ingin merasakan nikmatnya bahagia? namun apakah memahami arti dari bahagia itu sendiri? entahlah semua mungkin tampak sama saja ketika memang kebahagiaan yang hadir tak dapat dilihat sebagaimana mestinya. Kadang jika tak sesuai dengan ekspektasi itu bukan merupakan sebuah bahagia.

Sebagian orang bilang jika bahagia itu adalah ketika memiliki banyak harta. Jadi, jika kita belum merasa memiliki banyak harta belum bahagia? apakah bahagia serumit itu?, ya tak dapat disalahkan sebab setaip insan di dunia ini memiliki pandangan yang bebeda dan fikiran yang beraneka ragam.

Entahlah semua akan semakin membingungkan jika dibahas terlalu dalam. Pasti banyak pro dan kontra dengan pernyataan diatas. Terus bahagia itu apa sih? kapan kita harus bahagia? apakah kebahagiaan akan hadir di tengah-tengah kita?. Mungkin banyak orang yang belum sadar atas kebahagiaan yang diterima setiap detiknya. Sebab manusia di dunia ini hanya fokus pada negatif dari pada positif. Coba kita diam sejenak dan memainkan pola pikir kita dan menyusun kata demi kata di otak yang setiap hari juga ingin digunakan dengan semestinya.

Baca Juga:   Gapailah Cita-Cita hingga sudah tak Bernyawa

Mungkin jika kita berfikir kalau bahagia akan datang sendiri, seberapa persen kemungkinan itu terjadi? padahal banyak yang belum tahu kebahagiaan itu apa. Anehnya manusia sekarang, suka merebut kebahagiaan orang lain dengan dalih pemuasan diri. Terus apakah kepuasan diri juga termasuk dalam bahagia? bisa iya bisa tidak. Sebab ada sekelompok orang yang bahagianya ketika melihat orang lain sengsara. Kok masih ada ya manusia seperti itu? entahlah, semua hal itu membingungkan.

Padahal bahagia itu sangat mudah di capai, ada yang tau? penulis memberikan seragkaian ucapan terimakasih kepada pembaca yang sudah tau jika kebahagian itu bukan merupakan pemuasan diri entah dari harta maupun kekuasaan. Apalagi sekarang banyak sekali nahkoda yang ingin memuaskan diri sendiri hingga merebut kebahagiaan orang lain dengan dalih kebaikan bersama. Kebaikan bersama atau kebaikan keluarga dan kolega?, pemikiran yang salah mohon dikurangi dan dihilangkan.

Baca Juga:   Dahulukan harapan atau tujuan?

Bahagia itu mudah lho, ketika kita mendapat nikmat kita bersyukur, ketika mendapat musibah kita sabar dan tabah, ketika diselingkuhi kita nangis (oh bukan itu sat), ketika kita melakukan kesalahan segera meminta maaf. Itu adalah kebahagiaan yang hakiki namun tak semua orang tahu karena dibenak banyak orang hanya harta tahta dan survey. OH TIDAK.

Izinkan penulis sedikit mengutip perkataan dari Manga Naruto “Saat dua kekuatan yang berlawanan bekerja sama, maka kebahagiaan sejati akan ditemukan.” (Senju Hashirama)

Siapa sih yang ingin kebahagiaannya direbut? pasti setiap makhluk yang masih bernafas tak akan rela jika kebahagiaannya di rampas maupun diperas. Maka dari itu, banyak sekali jalan menuju kebahagiaan tampa harus merebut milik orang lain yang harus dicoba dan dilalui.

Baca Juga:   Tak perlu jadi Orang berbeda untuk bahagiakan Orang Lain

Ingat, kita yang tahu kebahagiaan untuk diri kita sendiri bukan orang lain. Jangan menaruh harapan kepada orang lain apalagi merusaknya.