oleh

Misteri kesunyian malam, dialog antara Hamba dan Tuhan

Waktu overtinking

Penulis: Nur Ain

Selamat malam, untuk kamu yang sedang membacanya. Kenapa malam? Karena tulisan ini diketik pada malam hari. Saat tubuh harus mengistirahatkan semua anggota tubuhnya, beserta bawahan-bawahannya. Juga termasuk kepala dan isinya yang berperan penting dalam menjalani keseharian atau rutinitas sehari-hari.

Dan, kalaupun kamu membacanya pagi, atau siang, atau sore. Oh atau bahkan saat tengah sarapan, atau makan siang dengan rekan kerja, atau teman kuliah sekarang. Atau malah tengah menikmati jeda saat habiskan waktu bersama kekasih. Tak perlu menghabiskan banyak kata juga kalimat, selamat membaca, semoga tulisan ini cukup membantu.
Membahas tentang kehidupan dan seisinya pastilah tidak akan pernah ada habisnya. Karena kehidupan pasti akan terus berjalan. Entah kamu menjalankannya dengan berlari, berjalan, merangkak atau tertatih-tatih.

Di antara ritme jam yang paling digemari semua orang. Ya, bisa saja hanya sebagian besarnya, yaitu malam. Kalau boleh penulis mengutip dari salah satu novel yang cukup populer penulisnya, Tere Liye. Di novel seriesnya, Bumi dan yang lainnya. Di novel tersebut dijelaskan malam dengan misterinya. Malam hari selalu menjadi jam yang selalu mengantarkan pada ritme tubuh beristirahat, dan di antaranya pikiran.

Tapi, mungkin kamu sedikit setuju, malam selalu menjadi momen atau waktu yang pas untuk menghabiskan seluruh sisa tenaga. Benar! berpikir, merenung juga refleksi. Apapun yang berkaitan dengan berpikir, atau mengulas keseharian yang telah dilalui yang disebut dengan refleksi.

Pada jam atau ritme itu, pasti semua akan diputar dengan tuntas. Hal-hal yang terkadang tak ingin dipikirkan akan berputar dengan sendirinya. Meskipun malam itu kamu menghabiskan bersama seorang teman. Tapi, pasti sebelum memejamkan mata, pikiran atau sesuatu yang ada di kepala tak kunjung ingin beristirahat. Tetiba saja berhenti, saat benar-benar kelelahan atau langsung jatuh tertidur.

Dalam puisi atau syair-syair dan cerita lama, malam selalu menjadi bagian menarik. Malam selalu menjadi bagian penggambaran yang suci, dan paling menentukan.

Untuk sebagian orang, malam adalah waktu yang tepat untuk menyusun hari esok, jauh kedepannya. Sebagian orang, untuk kembali merefleksikan diri, merenungkan, dan menjadi teman berdialog paling sunyi, paling dalam bagi dirinya. Bagian ini dalam Psikologi, termasuk dalam definisi self talk. Walapun bisa dilakukan kapanpun dan jam berapapun. Tapi tak menutup kemungkinan, disadari atau tidak sadari, orang-orang sering melakukannya. Terlebih malam hari.

Sebagian lagi beribadah dengan tekun kepada Tuhan. Mendekatkan diri, mencari ketenangan, damai dengan berdialog dalam doa-doa atau zikir yang dipanjatkan. Yang percaya, malam adalah bagian dari pengantar, perantara, atau jawaban, yang meskipun tak serta merta langsung didapatkan. Namun malam selalu menjadi ‘pertemuan’ yang suci antara Tuhan dan hamba-Nya.

Apapun definisi malam setiap orang. Malam selalu menjadi jeda. Setelah seharian menghadapi hari yang tak ada habisnya. Malam menjadi waktu yang pas disaat semua orang memejamkan matanya, suara bising yang dikeluarkan hati atau pikiran tak akan ada yang mencuri dengar, karena hanya akan ada Tuhan yang mendengar seluruh gelisah dan gemuruh itu.

Di malam hari, hormone kortisol menurun, atau biasa disebut dengan hormone stress. Stress di sini bukan yang sering umumnya beredar. Tapi sesuatu ketika seseorang merasa sedang berada di keadaan yang memicu tekanan, ancaman atau suatu hal yang membuat tidak nyaman. Maka pada saat itu hormone itu terbentuk, yang disebut dengan kortisol.

Saat menurun tersebutlah, umumnya lebih muncul pada malam hari, karena suasana tenangnya yang tak perlu susah untuk harus didapatkan melalui liburan. Yang orang-orang biasa menyebutnya dengan sebutan healing, pergi ke suatu tempat mencari ketenangan.

Namun dengan malam dan misterinya, jika memanfaatkan dengan baik, akan menemukan definisi ketenangan dan healing tersebut. Dengan mengajak tubuh, baik hati dan pikiran untuk mengurai atau merefleksikan hal-hal yang sudah terjadi. Dalam hal ini tak perlu memaksa dengan berat. Cukup fokuskan pada pikiran atau sesuatu yang tengah dirasakan.

Dan perlu diingat pula. Meskipun terbiasa menikmati heningnya malam yang panjang. Adanya waktu malam untuk mengistirahatkan. Mengajak tubuh dan seisinya untuk memberi, dan mengisi energy, yang dipasok demi hari esok akan dihadapi. Tapi jangan khawatir bila malam-malam sunyi mengungkungmu dalam pikiran yang penuh dan kalut. Puas-puaskan saja.

Akan tetapi pastikan. Ketika matahari yang rutin menyapamu esok hari. Yang menjadi pertanda, hari akan dijalani, harus lebih siap. Dan tinggalkan sejenak semua hal yang berat itu, malam tadi. Yang telah terlewat. Karena hari esok masih membutuhkan pasokan energy yang lebih baik.

Selamat malam.. semoga malam dan misterinya, mengantarkanmu pada istirahat cukup.
Untuk hari esokmu yang terus-terusan tak sabar menantimu, melewatinya bersama.

Mei, 2022.

Berita Terkait