oleh

Vaksin Merah Putih yang dikembangkan UNAIR masuki uji klinis fase 3

Memerlukan 4.000 relawan

-Kabar-52 Dilihat

Vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya terus berlanjut. Pada 9 Februari 2022 lalu, vaksin ini memasuki tahap uji klinis fase 1 dan dilanjutkan dengan fase 2. Sehingga tak lama lagi akan masuk pada uji klinis fase 3.

Uji klinis fase 3, UNAIR sangat berkomitmen tinggi mematuhi semua mekanisme dan prosedur yang ditetapkan oleh pihak berwewenang. Diantaranya terkait penerbitan PPUK (Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik) yang sepenuhnya menjadi kewenangan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

“UNAIR menyerahkan sepenuhnya urusan PPUK kepada BPOM. Artinya, UNAIR siap melaksanakan uji klinis fase 3 kapan pun sesuai ijin dari BPOM,” jelas Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak, Rektor UNAIR sebagaimana dikutip dari laman resmi UNAIR.

Vaksin Merah Putih UNAIR ini telah ditunggu masyarakat Indonesia. UNAIR membutuhkan relawan untuk menjadi subyek pada fase 3 ini, yakni mencapai sekitar 3.500-4.000 relawan.

“UNAIR berharap dapat memenuhi timeline yang dirancang, agar karya anak bangsa ini bermanfaat secara optimal untuk negara,” ucap Prof M Nasih.

Pada konferensi pers terkait kenaikan peringkat UNAIR di ranking #369 dunia versi QS WUR pada Kamis 9 Juni 2022 lalu. Prof Nasih menyampaikan bahwa proses riset dan pengembangan Vaksin Merah Putih UNAIR ini sudah bekerja sama dengan berbagai pihak. Termasuk dalam hal pembiayaan untuk fase 3 juga sudah disetujui oleh Kementerian Kesehatan RI.

“Vaksin Merah Putih ini mulai A-Z-nya dikelola dan kemudian di-manage dikembangkan oleh putra putri Indonesia dan di dalam laboratorium yang ada di Indonesia. Tentu ini menjadi awal yang bagus dan sekali lagi kami sedang menunggu arahan kawan-kawan yang punya otoritas di sini yakni BPOM,” ujar Rektor UNAIR

Berita Terkait