Scroll untuk baca artikel
HeadlineKabar

7 Wisata religi di Gresik yang bersejarah

321
×

7 Wisata religi di Gresik yang bersejarah

Sebarkan artikel ini

Ada bupati pertama Gresik

Sumber: disparbud.gresikkab.go.id

Berwisata saat liburan tentu menjadi rencana sebagian orang. Menghabiskan waktu liburan dengan keluarga ketempat yang sedang viral, hiburan, serta tempat yan mengandung seni dan edukasi tentunya sangat menyenangkan. Di Kabupaten Gresik selain terdapat beragam tempat wisata alam serta buatan, terdapat juga berbagai tempat wisata religi yang mengandung banyak sejarah yang harus anda kunjungi. Berikut diantara tempat wisata religi yang ada di Gresik.

1. Makam Syech Umar Mas’ud

Sumber: disparbud.gresikkab.go.id

Syech Maulana Umar Mas’ud merupakan tokoh Ulama Penyebar Islam di pulau Bawean. Maulana Umar Mas’ud (nama asalnya adalah Pangeran Perigi) yang mengunjungi pulau Bawean dan wafat disana. Beliau adalah cucu Sunan Drajat (Sayyid Zainal ‘Alim), Maulana Umar Mas’ud memerintah Bawean dari tahun 1601M hingga 1630 M setelah menaklukkan Raja Babileono, di daerah Sungai Raja Bawean. Selain memerintah sebagai raja, beliau bertindak sebagai mubaligh yang mengajarkan dan menyiarkan ajaran agama Islam. Hingga pada tahun 1630 Syech Umar Mas’ud wafat dan dimakamkan dibelakang masjid jami’ Sangkapura.

2. Makam R.T. Panji Cokrokusumo

Sumber: disparbud.gresikkab.go.id

Makam yang berada disebuah bangunan berarsitektur Jawa (Joglo), makam ini berada di Desa Sungai Teluk Kecamatan Sangkapura, tepatnya di area pemakaman umum Nagasare, berjarak kurang lebih 1,5 Km dari pelabuhan Sangkapura. Rahadian Tumenggung (R.T.) Panji Cokrokusumo merupakan keturunan dari Pangeran Perigi atau Syech Maulana Umar Mas’ud. Di masa hidupnya beliau pernah memerintah daerah Bawean dibawah kekeuasaan Cakreningrat di Madura.

Baca Juga:   Wisata Waduk Dharma Kuningan, Menawarkan Keindahan Alam yang Menakjubkan

3. Makam Raden Santri

Sumber: disparbud.gresikkab.go.id

Raden Santri atau Sayyid Ali Murtadlo atau dikenal juga dengan Sunan Gresik merupakan salah satu penyebar agama Islam di Jawa dan sekitarnya. Beliau adalah putera Syekh Ibrahim Asmaraqandi. Beliau juga merupakan Kakak dari Raden Rachmat (Sunan Ampel) dan sepupu dari Maulana Malik Ibrahim.

Raden Santri wafat pada 1449 M. Makam tersebut berada di sekitar 100m sebelah utara alun-alun kota Gresik, tepatnya di jalan Raden Santri, kelurahan Bedilan, Gresik. Menjadi salah satu objek wisata religi yang banyak dikunjungi wisatawan atau peziarah. Masyarakat Gresik tiap tahunnya memperingati haul beliau setiap tanggal 15 bulan Muharram.

4. Makam Sunan Giri

Sunan Giri merupakan putera dari Syekh Maulana Ishaq dan Dewi Sekardadu (putri Raja Blambangan, Menak Sembuyu) yang lahir pada Tahun 1442 M, selain sebagai ulama atau wali, beliau juga bertindak sebagai raja bergelar Prabu Satmoto dan memerintah Kerajaan Giri Kedaton pada tahun 1487-1506 M. Beliau memerintah Gresik dan sekitarnya selama beberapa generasi. Ketenaran beliau meliputi wilayah Madura, Lombok, Kalimantan, Sumbawa, Sumba, Flores, Ternate, Sulawesi dan Maluku.

Sunan Giri wafat pada tahun 1506 M, dan dimakamkan diatas bukit dalam cungkup berarsitektur khas Jawa yang sangat unik. Makam Sunan Giri terletak di Dusun Giri Gajah Desa Giri Kecamatan Kebomas berjarak 4 Km dari pusat Kota Gresik.

Baca Juga:   Sendang Grogoland, Keindahan Alam Tersembunyi di Bojonegoro

5. Makam Sunan Prapen

Sumber: disparbud.gresikkab.go.id

Sunan Prapen atau Syekh Maulana Fatikhal adalah putera dari Sunan Dalem atau Syekh Maulana Zainal Abidin, dan cucu dari Sunan Giri (Raden Ainul Yaqin). Beliau lahir sekitar tahun 1412 Saka.

Sunan Prapen wafat pada tahun 1512 Saka or 1605 M, sedangkan haul Sunan Prapen jatuh pada tanggal 15 Syawal setiap tahunnya. Makam Sunan Prapen terletak di Desa Klangonan Kecamatan Kebomas sekitar 400 m di sebelah barat Makam Sunan Giri,

Salah satu keistimewaan makam Sunan Prapen, pada trap jalan menuju makam terdapat sebuah watu dodok atau Yoni yaitu sebuah batu di tengah trap yang diyakini sebagian orang bahwa bagi pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak dapat segera mendapat keturunan apabila duduk berduaan di batu itu.

6. MAKAM K.T. PUSPONEGORO

Sumber: disparbud.gresikkab.go.id

Kyai Tumenggung (KT.) Poesponegoro adalah Bupati Gresik yang pertama. Beliau menjabat Bupati pertama di Gresik 1669-1732 M, beliau wafat dan dimakamkan di komplek makam Gapuro Sukolilo. Pada komplek Makam Gapuro Sukolilo.

Saat ini, makam beliau menjadi salah satu obyek wisata religi yang ramai dikunjungi wisatawan. Banyak pengunjung yang datang ke tempat ini untuk berdoa dan bermunajad. Hal itu juga disebabkan komplek makam tersebut berdekatan dengan komplek makam Sunan Maulana Malik Ibrahim.

Baca Juga:   6 Kolam renang di Bojonegoro, tempat wisata sehat murah meriah

7. SYEKH MAULANA MALIK IBRAHIM

Sumber: disparbud.gresikkab.go.id

Syekh Maulana Malik Ibrahim dikenal pula dengan sebutan Maulana Maghribi, merupakan salah satu dari nama-nama wali tertua yang datang di jawa untuk menyebarkan Agama Islam pada zaman Majapahit (TH. 1379 M).

Beliau wafat tanggal 12 Rabiul Awal 822 H (1419 M), yang selanjutnya setiap tanggal tersebut diperingati dengan acara Haul yang diikuti jamaah lokal dan regional maupun nusantara.

Makam ini terletak di jantung kota Gresik, tepatnya di Jln Malik Ibrahim, di Desa Gapuro Sukolilo yang berjarak 200 m dari aloon-aloon kota Gresik, sehingga sangat mudah dijangkau dengan transportasi umum.

Angunan makam memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan makam lainnya sehingga mempunyai daya tarik mempesona bagi wisatawan. Hal ini dapat dilihat dari bahan batu nisan dan gaya tulisan arab yang terdapat pada makam. Batu nisan bergaya nisan Gujarat terbuat dari batu marmer berbentuk lunas kapal khas Gujarat, serta model tulisan arabnya banyak dijumpai di negei Gujarat.