oleh

Mengenal Rasuna Said yang jadi Google Doodle hari ini

Pahlawan nasional yang disegani

-Kabar-114 Dilihat

Ada yang kenal sosok Rasuna Said? dirinya merupakan seorang pahlawan nasional yang turut berkecimpung di dunia politik. Rasuna Said dikenal melalui pidato-pidatonya yang menentang keras pemerintahan dari kolonial Belanda.

Rasuna Said adalah salah satu tokoh perempuan yang disegani pada saat itu. Dirinya juga kerap memperjuangkan hak-hak perempuan lewat padangannya yang luas. Tak hanya itu, Rasuna Said juga merupakan politisi dan orator yang handal dan disegani.

Mengutip dari buku Kisah Perjuangan Pahlawa Indonesia karangan dari Lia Nuralia dan Iim Imadudin, Rasuna Said merupakan wanita kelahiran 14 September 1910 silam. Dirinya berasal dari Sumatera Barat. Rasuna Said merupakan putri dari seorang pengusaha dan tokoh yang dihormati yakni Haji Muhammad Said.

Baca Juga :   Cara Membuat Grid Instagram, Lebih Mudah dan Menarik

Pada masa kecil, Rasuna Said menekuni budaya Minang dan pendidikan Al-Qur’an. Selepas lulus dari Sekolah Dasar, Rasuna Said melanjutkan pendidikannya di Pesantren Ar-Rasyidiyah dan menjadi satu-satunya santri perempuan.

Dirinya meninggal pada 2 November 1965 di Jakarta. Jasadnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Rasuna Said semasa hidupnya telah mendirikan Sekolah Thawalib di Padang bagi para wanita muda sebelum menikah. Di sekolah tersebut, dirinya mengajar tentang ilmu agama sebagai dasar kehidupan untuk kaum wanita.

Tak hanya mendirikan sekolah saja, Rasuna Said juga handal dalam berpudato. Dirinya dikenal handal berpidato untuk melawan kolonial Belanda pada saat itu. Bahkan Rasuna Said memiliki julukan Laksana Petir di Siang Hari.

Baca Juga :   Kasihan, pakaian wanita ini penuh dengan lumpur

Salah satu pidatonya yang paling diingat dan paling terkenal karena sangat tajam yakni “Boleh anda menyebut Asia Raya karena anda menang perang, tapi Indonesia Raya pasti ada di sini,”

Yang bikin terkejut yakni pidatonya tersebut ia sampaikan tepat di depan para komandan militer Jepang. Dengan keberaniannya tersebut, membuat Bung Karno mengajaknya berorasi.