Kayangan Api Bojonegoro, tempat para empu Kerajaan Majapahit bikin keris

Kayangan Api berada di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Kayangan Api merupakan fenomena geologi berupa gas alam yang keluar dari dalam tanah melalui zona lemah (rekahan). Ia menjadi sumber api abadi dan tidak pernah padam.

Api abadi di Kayangan Api menyimpan banyak cerita sejak masa Kerajaan Majapahit. Salah satunya adalah dijadikannya Kayangan Api sebagai tempat para empu membuat keris pusaka dan aneka senjata lainnya. Pasalnya, api di Kayangan Api diyakini mempunyai kekuatan dan cocok untuk pembuatan keris.   

Keyakinan Kayangan Api sebagai tempat membuat keris didukung keberadaan Sumur Blukutuk yang beraroma belerang. Sumber air belerang itu dimanfatkan para empu untuk merendam keris yang belum jadi untuk kemudian dipanaskan lagi di api abadi tersebut.

Baca Juga:   Pesona Waduk Pacal, waduk tertua di Bojonegoro dibangun Belanda tahun 1924

Konon, Kayangan Api adalah tempat pertapaan seorang Empu dari zaman Majapahit bernama Empu Supa. Sang Empu dikisahkan melakukan pertapaan dan membuat pusaka di lokasi Kayangan Api. Pusaka yang dibuat oleh Empu Supa dikenal dengan pusaka Jangkung Luk Telu Blong Pok Gonjo yang ditempa dan dibakar dengan api yang keluar dari dalam tanah tersebut. Oleh pihak kerajaan, Empu Supa diangkat menjadi Empu Majapahit dan diberi gelar Empu Kriya Kusuma.

M Mansur Hidayat, Pakar Benda Pusaka kepada Detik mengatakan, pembuatan keris itu membutuhkan bara api yang kuat dengan suhu 1.200 celcius. Dan di Kayangan Api  adalah tempat yang cocok untuk pembuatan keris pusaka. Ia juga menyebut Empu Supo sang pembuat keris. “Ada sumur blukutuk, air belerang untuk membuka pori-pori keris untuk mudah diwarangi. Jadi secara metalurgi sangat cocok sekali. Kami yakini di sini tempat membuat keris para empu di masa kerajaan,” katanya.

Baca Juga:   Pesona Pantai Baron, Tempat yang Ideal Untuk Menikmati Pemandangan Sunset

Hingga kini, Kayangan Api masih menjadi tempat wisata religi dan sejarah yang berada di tengah hutan Jati. Banyak wisatawan lokal Bojonegoro atau dari luar Bojonegoro yang datang. Apalagi saat ini jalan menuju ke Kayangan Api sudah diperbaiki dan fasilitas di tempat tersebut terus diperbaiki oleh Pemkab Bojonegoro.

Berbagai upacara penting masih dilakukan di tempat ini, seperti prosesi pengambilan api semangat saat perayaan hari jadi Bojonegoro. Kayangan Api juga pernah digunakan sebagai tempat pengambilan api Pekan Olah Raga Nasional (PON) Jawa Timur ke-XV pada tahun 2000 silam.

Laman wisatabojonegoro mencatat waktu kunjungan terbaik:

Setiap waktu (petang hari)

Pemandu: Tersedia

Waktu Operasional: Setiap hari 24 jam

Baca Juga:   Wisata Punthuk Setumbu, Melihat Megahnya Candi Borobudur di Lautan Kabut

Tiket: Rp 8.500,- per orang (sudah termasuk asuransi jiwa)

Parkir: Rp 2.000,- kendaraan roda dua / Rp 10.000,- kendaraan roda 4

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *