Kenapa minyak goreng langka dan mahal, ini fakta-faktanya

Pemerintah RI siapkan Rp 3,6 triliun

Harga minyak goreng masing menjadi perbincangan hangat, terutama di kalangan ibu-ibu rumah tangga. Bahkan, obrolan di kantor, warung kopi, hingga tempat-tempat wisata, tak jauh-jauh dari minyak goreng.

Kenapa minyak goreng langka? Ini menjadi pertanyaan banyak orang. Dirangkum dari laman indonesia.go.id, berikut fakta-fakta terbaru kenapa minyak goreng langka dan kondisinya terkini.

– Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat harga minyak goreng kemasan di pasar tradisional di 34 provinsi pada Minggu (9/1/2022) masih berada di kisaran Rp 18-26 ribu per liter.

– BUMN melakukan operasi pasar atau intervensi yang sampai Mei 2022 mendatang 3,7 juta liter minyak goreng.

Baca Juga:   Beli BBM bersubsidi pakai MyPertamina sudah berlaku? pendaftar tembus 1 juta

– Secara keseluruhan, pemerintah akan menggelontorkan 1,25 miliar liter minyak goreng. Pemerintah telah menyiapkan Rp3,6 triliun untuk subsidi penyediaan minyak goreng dengan harga terjangkau selama enam bulan mendatang.

– Minyak goreng murah akan dibanderol Rp14.000 per liter dan didistribusikan secara nasional.

– Harga minyak goreng saat ini mahal karena harga kelapa sawit naik. Jika harga kelapa sawit jatuh yang risau adalah petani dan pengusaha, sehingga jika yang terjadi sebaliknya maka yang risau adalah konsumen.

– Penyebab harga minyak goreng naik adalah permintaan CPO untuk pemenuhan industri biodiesel. Ini berkaitan dengan penerapan kebijakan B30.

Share