Perjalanan Claudio Ranieri yang kini menjadi pelatih tertua di Serie A

Penuh gelojak

Claudio Ranieri kembali ke Serie A setelah membawa Cagliari promosi.

Manajer berusia 71 tahun ini akan menjadi manajer tertua di kompetisi papan atas Italia setelah menjalani karier yang panjang dan penuh gejolak, seringkali diwarnai dengan kejutan yang tak terduga.

Ditunjuk pada bulan Desember, pelatih veteran ini membawa Cagliari ke peringkat kelima. Sebelum mencapai final play-off, mereka mengalahkan Bari dalam dua pertandingan.

Menjelang kembalinya Ranieri ke panggung besar, kita melihat kembali keberhasilannya di masa lalu dan apa yang akan datang.

Ranieri kembali

Ranieri memberikan dampak langsung saat dia dipanggil untuk menyelamatkan harapan Cagliari untuk promosi ke Serie A.

Mantan manajer Leicester ini mengambil alih tim ketika mereka terpuruk di tengah klasemen, tetapi mereka hanya kalah dua kali dari 25 pertandingan berikutnya.

Baca Juga:   Elkan Baggot Cetak Gol, Bawa Gillingham FC Bertemu Leicester City

Cagliari mencapai promosi dengan cara dramatis, saat Leonardo Pavoletti mencetak gol pada menit ke-94 untuk memastikan kemenangan agregat 2-1 atas lawan mereka Apulia.

Setelah pertandingan, Ranieri yang penuh emosi berbicara tentang perasaannya terhadap Cagliari yang merupakan klup masa lalunya.

“Cagliari berarti segalanya bagiku. Perasaanku terhadap seragam ini adalah tulus.” kata Ranieri.

“Saya ingat ketika saya memenangkan Liga Premier, saya langsung memikirkan warna-warna Rossoblu. Saya akan selalu berterima kasih kepada mereka yang membawa saya kembali ke Sardinia.”

“Dan saya ingin berpikir tentang para penggemar kami, rakyat kami, bukan hanya mereka yang datang ke stadion, tetapi kepada semua orang yang telah mendukung kami hingga akhir dalam beberapa minggu terakhir.”

Baca Juga:   Benzema Beri Pesan Menyentuh Usai Absen Piala Dunia 2022

Pahlawan Sardinia

Ranieri sekali lagi menjadi pahlawan di Sardinia, setelah ia membangun reputasinya selama periode pertamanya di klub tersebut, lebih dari 30 tahun yang lalu.

Setelah pengalaman awal di Vigor Lamezia dan Puteolana, ia tiba di Cagliari pada tahun 1988. Ia membawa klub tersebut dari Serie C1 ke Serie A dalam musim berturut-turut.

Keberhasilannya membawanya hijrah ke Napoli dan kemudian Fiorentina, di mana ia membawa mereka promosi ke Serie A dan meraih kemenangan Coppa Italia pada tahun 1996.

Kemudian, ia meraih lebih banyak gelar di Valencia, yang mengantarkannya mendapatkan pekerjaan di klub-klub ternama seperti Atletico Madrid, Chelsea, Juventus, dan Inter Milan.

Ketika pekerjaan internasional pertamanya dengan Yunani berakhir dengan pemecatan setelah hanya empat pertandingan, seakan masa kejayaan Ranieri telah berakhir.

Baca Juga:   Ronaldo Senang, Fernando Santos Bangga

Namun, semuanya berubah ketika ia menjadi manajer Leicester, di mana ia mengejutkan dunia dengan membawa tim underdog dengan peluang 5000/1 meraih gelar Liga Premier.

Temukan rumah sejati

Manajer yang dikenal sebagai Tinkerman karena kecenderungannya untuk terus-menerus memodifikasi taktiknya dan merotasi timnya.

Sekarang Ranieri kembali ke rumah di mana ia pertama kali merasakan kesuksesan dan memulai perjalanan yang telah membawanya keliling Eropa.

Di usia 71 tahun, mungkin saatnya bagi Tinkerman untuk tetap berada di tempat yang dicintainya, meskipun jika melihat karirnya, kita tidak boleh mengabaikan kemungkinan petualangan yang tak terduga lainnya.

Share