Huluhilir.com – Suasana peringatan Hari Ibu ke-97 di Kabupaten Bojonegoro tidak hanya khidmat secara seremonial, tetapi juga menjadi momen “panen rezeki” bagi para pelaku usaha perempuan. Pameran UMKM dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) yang digelar di halaman Pendopo Malowopati pada Senin (22/12/2025) sukses menyedot perhatian ratusan pengunjung.
Mengusung semangat “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2025”, pameran ini bertransformasi menjadi pasar rakyat yang sangat produktif. Sejak pagi, para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru saja menyelesaikan upacara langsung memadati stan-stan yang menyajikan beragam produk, mulai dari camilan tradisional hingga kerajinan tangan kreatif.
Salah satu bukti tingginya antusiasme terlihat di lapak milik Siti Nur Hayati. Pengusaha mikro asal Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan ini membawa 600 tusuk sate jamur tiram yang seketika diserbu pembeli.
Siti menceritakan, sate jamur yang diolahnya merupakan produk kolaborasi lokal karena bahan bakunya didapat dari petani jamur di wilayah Gayam dan Kasiman. Meski dibanderol dengan harga bersahabat—Rp 12.000 hingga Rp 15.000 per porsi—kualitas rasanya membuat pengunjung rela antre.
“Kami sudah bersiap sejak pagi sekali, tapi tetap kewalahan karena pesanan terus mengalir. Suami saya sampai harus bekerja ekstra keras membakar sate untuk mengejar antrean pembeli,” ujar Siti dengan wajah sumringah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menegaskan dukungannya terhadap sektor ekonomi kerakyatan yang digerakkan oleh kaum perempuan. Tujuan utamanya jelas: mendorong para ibu dan pelaku UPPKA agar lebih mandiri secara finansial.
Dengan semakin kreatifnya perempuan dalam berkarya, diharapkan kesejahteraan keluarga di Bojonegoro dapat meningkat secara signifikan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.












