Huluhilir.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memastikan keberlanjutan Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) pada tahun 2026. Program prioritas yang dirancang untuk mendongkrak ekonomi keluarga ini ditargetkan menjangkau 4.400 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh wilayah Bojonegoro.
Kepala Bidang Peternakan, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, Fajar Dwi Nurrizki, mengungkapkan bahwa alokasi anggaran untuk 4.400 KPM tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga tren positif kemandirian ekonomi masyarakat.
“Di tahun 2026 ini, program GAYATRI tetap berlanjut dengan sasaran 4.400 KPM. Harapannya semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dan mampu mandiri secara ekonomi,” ujar Fajar.
Capaian Gemilang Tahun 2025
Keputusan untuk melanjutkan program ini didasari oleh keberhasilan penyaluran pada tahun 2025. Berdasarkan data Disnakkan, sepanjang tahun 2025 program GAYATRI telah menyasar ribuan penerima melalui berbagai skema pendanaan:
- APBD Induk 2025: 400 KPM (Telah mencapai puncak produksi sebesar 82%).
- Perubahan APBD 2025: 5.000 KPM (Produksi saat ini mulai merangkak naik dari 30%).
- CSR Perusahaan: 575 KPM.
- APBDes: Disalurkan melalui koordinasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
Menjaga Produktivitas dan Keberlanjutan
Tidak hanya memberikan bantuan bibit ayam, Disnakkan Bojonegoro juga menekankan pentingnya manajemen budidaya yang benar. Fajar menghimbau agar seluruh KPM tahun 2026 nantinya dapat menerapkan materi bimbingan teknis yang diberikan secara disiplin.
“Kami berharap KPM mampu menerapkan manajemen kandang dan pemberian pakan dengan benar, sehingga ayam tetap sehat dan produktivitasnya terjaga,” tambahnya.












