Kabar

Bojonegoro Bidik Penurunan Kemiskinan ke Angka 10,55% di 2026: Sinergi Data Jadi Kunci Utama

239
×

Bojonegoro Bidik Penurunan Kemiskinan ke Angka 10,55% di 2026: Sinergi Data Jadi Kunci Utama

Sebarkan artikel ini
ilustrasi kemiskinan by Gemini

Huluhilir.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menunjukkan komitmen serius dalam mengakselerasi kesejahteraan masyarakat. Memasuki awal tahun 2026, Pemkab menyatakan optimismenya untuk menekan angka kemiskinan hingga 10,55 persen pada tahun mendatang. Target ini bukan sekadar angka, melainkan representasi dari upaya konkret mengeluarkan ribuan warga dari jerat kemiskinan.

Berdasarkan data dari Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, target penurunan sebesar 0,94 persen pada tahun 2026 setara dengan:

  • 11.854 jiwa atau sekitar 4.310 Kepala Keluarga (KK) yang akan dientaskan.
  • Sebagai perbandingan, angka kemiskinan pada tahun 2025 tercatat sebesar 11,49 persen (144.900 jiwa).
  • Jika target ini tercapai, jumlah penduduk miskin di Bojonegoro akan menyusut menjadi 133.046 jiwa.
Baca Juga:   Angka Kemiskinan Bojonegoro Terus Menurun, Ini Data Lengkapnya

Kepala Dinas Sosial Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, menegaskan bahwa optimisme ini didorong oleh integrasi data yang semakin solid.

“Kami tidak bergerak dengan data yang usang. Kami memperkuat basis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah dipadankan dengan DTKS, P3KE, serta Regsosek,” ungkapnya.

Pemkab Bojonegoro tidak hanya mengandalkan data di atas kertas. Saat ini, sedang berlangsung percepatan pemutakhiran data yang melibatkan ribuan personel di seluruh penjuru kabupaten.

Langkah kolaboratif bersama BPS Kabupaten Bojonegoro ini bertujuan untuk menangkap potret riil kondisi sosial ekonomi masyarakat. Data hasil survei lapangan akan diolah menggunakan metode statistik yang ketat guna menjadi fondasi kebijakan pengentasan kemiskinan yang tepat sasaran.

Baca Juga:   Angka Kemiskinan Bojonegoro Terus Menurun, Ini Data Lengkapnya

Sesuai dengan semangat pembangunan berkelanjutan, pengentasan kemiskinan di Bojonegoro tidak lagi menjadi beban satu dinas saja. Optimisme ini didukung oleh berbagai program unggulan daerah yang saling beririsan, mulai dari:

  1. Bantuan Sosial (Bansos): Jaring pengaman bagi kelompok rentan.
  2. Pemberdayaan Masyarakat: Pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha.
  3. Peningkatan Infrastruktur: Perbaikan rumah tidak layak huni (Aladin) dan akses sanitasi yang sehat.