Huluhilir.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro merilis laporan terbaru terkait kondisi ekonomi daerah di awal tahun. Berdasarkan catatan BPS, tingkat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) Kabupaten Bojonegoro pada Januari 2026 berada di angka 2,88 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,19.
Meskipun terdapat kenaikan, angka tersebut menunjukkan bahwa kondisi harga barang dan jasa di Bojonegoro masih berada pada level yang relatif stabil dan terkendali.
Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Kabupaten Bojonegoro, Yuliatin, mengungkapkan bahwa inflasi tahunan ini dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sembilan kelompok pengeluaran masyarakat. Dari jumlah tersebut, kelompok pengeluaran berikut memberikan dampak signifikan:
- Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga: Mengalami kenaikan tertinggi sebesar 10,23 persen.
- Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya: Tercatat mengalami inflasi sebesar 12,99 persen.
- Makanan, Minuman, dan Tembakau: Mengalami kenaikan sebesar 1,88 persen.
Di sisi lain, tidak semua sektor mengalami kenaikan. Kelompok kesehatan serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya justru mencatatkan deflasi atau penurunan harga.
Menariknya, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month to month/m-to-m), Bojonegoro justru mengalami deflasi sebesar 0,33 persen pada Januari 2026. Angka deflasi yang sama juga tercatat secara year to date (y-to-d). Kondisi ini mencerminkan adanya penurunan harga sejumlah komoditas pasar dibandingkan akhir tahun lalu
BPS merinci beberapa komoditas yang memberikan andil dalam dinamika harga di pasar:
- Penyumbang Inflasi: Tarif listrik, emas perhiasan, tomat, kelapa, daging ayam ras, dan kopi bubuk.
- Penahan Laju Inflasi: Bawang putih, cabai merah, cabai rawit, kangkung, dan ikan nila tercatat mengalami penurunan harga sehingga membantu mengerem laju inflasi.
Data inflasi ini akan menjadi acuan penting bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam merumuskan kebijakan ekonomi ke depan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak guna menjaga stabilitas harga dan memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di sepanjang tahun 2026.












