Hijau

Bojonegoro Buat Lubang Resapan Biopori di Alun-alun untuk Kelestarian Lingkungan

150
×

Bojonegoro Buat Lubang Resapan Biopori di Alun-alun untuk Kelestarian Lingkungan

Sebarkan artikel ini

Huluhilir.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan langkah konkret dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengendalian air limpasan di pusat kota. Pada Rabu (26/02/2026), DLH melaksanakan pembuatan lubang resapan biopori di kawasan Alun-alun Bojonegoro.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan ruang terbuka publik yang lebih ramah lingkungan serta bebas dari genangan air saat musim hujan.

Proses pembuatan biopori dilakukan dengan melubangi tanah secara vertikal menggunakan bor tanah. Lubang tersebut kemudian dipasangi pipa PVC berlubang dan diisi dengan sampah organik. Teknik ini dinilai efektif karena tidak hanya mempercepat peresapan air ke dalam tanah, tetapi juga memicu aktivitas biota tanah yang akan membentuk pori-pori alami di dalam tanah.

Baca Juga:   Ayo bersholawat bareng Habib Syech di alun-alun Bojonegoro, catat tanggalnya

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, Luluk Alifah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan. “Pemasangan biopori di alun-alun bertujuan untuk meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah. Sehingga kita bisa meminimalisir potensi genangan di titik-titik keramaian,” ujar Luluk.
Selain fungsi teknis tersebut, Luluk menekankan bahwa pemasangan ini juga sebagai sarana edukasi nyata bagi masyarakat mengenai pentingnya pengolahan limbah langsung dari hulunya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan keunggulan ganda dari sistem biopori. Pertama, sebagai metode konservasi air untuk menjaga ketersediaan air tanah di area perkotaan. Kedua, sebagai sarana pengolahan sampah organik. “Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan berubah menjadi kompos alami melalui bantuan mikroorganisme dan cacing tanah, serta menjaga kualitas tanah dengan meningkatkan kesuburan tanah di sekitar area hijau alun-alun,” paparnya.

Baca Juga:   Sholawat bareng Habib Syech menggema di alun-alun Bojonegoro, ini 7 potretnya

DLH berharap langkah ini tidak berhenti di alun-alun saja. Luluk mendorong instansi lain serta masyarakat luas untuk mereplikasi pembuatan lubang resapan biopori di lingkungan masing-masing, baik di area perkantoran maupun pemukiman padat penduduk.
“Dengan adanya lubang-lubang resapan ini, alun-alun Bojonegoro diharapkan tetap nyaman digunakan oleh masyarakat meski di musim penghujan, sekaligus menjadi paru-paru kota yang berfungsi maksimal secara ekologis,” tuturnya.