Hijau

Tumbuhkan Kesadaran Lingkungan pada Siswa SDN Kadipaten 1 Bojonegoro

364
×

Tumbuhkan Kesadaran Lingkungan pada Siswa SDN Kadipaten 1 Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
Kepsek SDN Kadipaten 1 Bojonegoro Budiono berbagi ilmi pengolahan sampah/Foto: Bojonegorokab

Huluhilir.com – Puluhan siswa-siswi SDN Kadipaten 1 dengan antusias mengikuti sosialisasi intensif yang berfokus pada cara mengelola sampah dengan benar dan menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan. 

Mereka mengikuti sosialisasi yang dilakukan Pemkab Bojonegoro untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan kebiasaan menjaga kebersihan.   

Upaya ini bertujuan agar para pelajar terbiasa mengelola sampah, seperti memilih produk kemasan yang dapat digunakan berulang kali dan menghindari pembelian produk yang menghasilkan banyak limbah. 

Kepala SDN Kadipaten 1 Bojonegoro, Budiono, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian integral dari upaya sekolah dalam mewujudkan program Sekolah Adiwiyata.

“Selain mendukung program Adiwiyata, kami berharap sosialisasi ini dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian lingkungan bagi siswa-siswi sejak dini,” ujar Budiono.

Baca Juga:   Menulis Sejarah Lokal dengan Model Jurnalistik

Ia menambahkan, pihak sekolah terus mengimbau siswa untuk membuang sampah sesuai jenisnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membiasakan penggunaan bahan daur ulang sebagai langkah sederhana menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Sementara itu, Frika Deddy Sofyan dari DLH Bojonegoro memberikan pemahaman kontekstual mengenai tantangan sampah nasional. Ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini menduduki peringkat keempat sebagai negara penghasil sampah terbesar di ASEAN.

Frika merincikan, rata-rata setiap orang menghasilkan sekitar 0,60 kilogram sampah per hari dari total sekitar 280 juta penduduk. Ia menekankan potensi pengolahan sampah, terutama yang bersifat organik.

“Sebagian besar atau sekitar 60 persen sampah yang dihasilkan merupakan sampah organik, seperti sisa makanan atau food loss yang sebenarnya masih bisa dikelola menjadi kompos,” jelas Frika.

Baca Juga:   Dibuka Lagi, Beasiswa Pendidikan Bagi Warga Bojonegoro Tahun 2024

Ia menambahkan, upaya pengurangan sampah dapat dimulai dari rumah tangga dan sekolah melalui reduksi sampah dari sumbernya, penggunaan produk isi ulang, dan pengurangan bahan sekali pakai. Frika juga menjelaskan bahwa komposisi sampah di Indonesia didominasi oleh sisa makanan, kertas-karton, kayu, kain atau tekstil, karet dan kulit, plastik, logam, serta kaca.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SDN Kadipaten 1 dapat menjadi agen perubahan kecil dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan sekitarnya, mendukung upaya besar Pemkab Bojonegoro untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.