Usaha

Keripik Singkong “Matoh” Bojonegoro Tembus Pasar Global, Satu Kontainer Diekspor ke Arab Saudi

246
×

Keripik Singkong “Matoh” Bojonegoro Tembus Pasar Global, Satu Kontainer Diekspor ke Arab Saudi

Sebarkan artikel ini

Huluhilir.com – Produk lokal asal Kabupaten Bojonegoro kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah global. Keripik singkong merek “Matoh” produksi PT Pareto Estu Guna resmi melakukan ekspor perdana sebanyak satu kontainer penuh ke negara Arab Saudi.

Pelepasan ekspor ini penting bagi ekosistem UMKM di Bojonegoro. Perwakilan Bank Indonesia (BI) yang hadir dalam acara pelepasan tersebut menyatakan apresiasi tingginya atas capaian ini.

“Ini merupakan prestasi luar biasa. Satu kontainer penuh keripik Matoh telah dikirim ke Arab Saudi. Kami bangga atas pencapaian ini,” ungkap pihak Bank Indonesia. BI juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna memperkuat ekosistem UMKM ekspor di wilayah tersebut.

Baca Juga:   Kekuatan Cerita Lokal di Tiap Karya Desain Batik Cussaybienna

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, yang turut hadir dalam seremoni tersebut, menyoroti besarnya potensi bahan baku singkong di wilayahnya. Menurut beliau, Bojonegoro memiliki lahan singkong yang luas, terutama di daerah kawasan hutan.

Namun, untuk menjaga keberlangsungan kualitas ekspor, Bupati meminta pihak perusahaan melakukan sinergi langsung dengan para produsen bahan baku. “Perusahaan harus turut memberikan pendampingan kepada petani agar mampu memenuhi standar singkong premium yang dibutuhkan dalam produksi keripik Matoh,” tegasnya.

Bupati Wahono juga menekankan pentingnya hilirisasi hasil pertanian. Dengan mengolah singkong menjadi produk jadi yang berkualitas, nilai jual komoditas lokal meningkat berkali-kali lipat dibandingkan hanya menjual bahan mentah.

Baca Juga:   Segarnya Suasana Kebun Anggur di Bojonegoro, Jalan-jalan Sambil Petik Buah

Lebih lanjut, Bupati menyatakan bahwa ekspor ini membawa dampak positif ganda bagi Bojonegoro, yakni peningkatan citra daerah sekaligus pembukaan lapangan kerja baru.

“Dengan ekspor ini, kita bukan hanya membanggakan nama Bojonegoro, tetapi juga membuka lapangan kerja baru. Terima kasih kepada PT Pareto Estu Guna yang telah mengharumkan nama daerah melalui produk UMKM berkualitas,” ujarnya.

Ekspor perdana ke Arab Saudi ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi produk-produk UMKM Bojonegoro lainnya untuk merambah pasar internasional. Dengan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Bank Indonesia, keripik singkong “Matoh” diproyeksikan akan terus memperluas jangkauan pasarnya ke berbagai belahan dunia lainnya.