Hijau

Penanaman Rumput Vetiver untuk Mitigasi Bencana: Strategi “Tembok Hidup” di Bojonegoro

340
×

Penanaman Rumput Vetiver untuk Mitigasi Bencana: Strategi “Tembok Hidup” di Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
penanaman rumput veviter/Sumber: humaspemkab

Huluhilir.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat pertahanan alamnya melalui mitigasi bencana berbasis lingkungan. Pada Kamis (18/12/2025), Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama BPBD Bojonegoro melaksanakan penanaman rumput vetiver di area spillway Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang.

Langkah ini diambil sebagai respons atas perubahan kondisi lingkungan di wilayah selatan Bojonegoro. Berkurangnya tutupan hutan di kawasan tersebut dinilai menjadi faktor utama meningkatnya risiko bencana alam, seperti tanah longsor dan banjir bandang.

Mengapa Rumput Vetiver?

Bupati Setyo Wahono menjelaskan bahwa vetiver bukan sekadar rumput biasa. Tanaman ini dijuluki sebagai “tembok hidup” karena memiliki karakteristik unik yang sangat efektif untuk menjaga stabilitas tanah.

  • Akar yang Sangat Dalam: Berbeda dengan rumput pada umumnya, akar vetiver tumbuh vertikal ke dalam tanah.

  • Kekuatan Menahan Tanah: Kedalaman akarnya bisa mencapai 5 hingga 7 meter, bahkan lebih. Akar yang panjang dan kuat ini berfungsi layaknya kolom-kolom beton yang mengikat butiran tanah agar tidak mudah bergeser.

  • Pencegah Longsor: Struktur akar yang rapat dan dalam menjadikannya solusi alami yang murah namun efektif untuk mencegah erosi dan longsor di wilayah miring atau bantaran sungai.

Pesan Bupati: Menjaga Bersama dan Waspada Cuaca Ekstrem

Dalam kegiatan tersebut, Bupati mengapresiasi inisiatif BPBD Bojonegoro dan menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan masyarakat. “Kami berharap program penanaman vetiver ini terus berlanjut. Saya juga mohon kesadaran seluruh masyarakat untuk ikut menjaga tanaman vetiver yang sudah ditanam,” ujar Bupati Wahono.

Selain fokus pada penanaman, Bupati juga memberikan instruksi khusus kepada BPBD untuk tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem. Beliau meminta agar:

  1. Pemantauan Intensif: Terus mengawasi titik-titik rawan bencana di seluruh wilayah Bojonegoro.

  2. Sinergi Instansi: Memperkuat koordinasi antar-lembaga dalam upaya pencegahan, terutama di kawasan yang sering terdampak banjir bandang.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Bojonegoro dalam memadukan teknologi lingkungan dengan kesiapsiagaan bencana. Dengan menanam vetiver, diharapkan masyarakat Bojonegoro dapat terlindungi dari ancaman bencana alam melalui cara yang berkelanjutan.

Baca Juga:   5 Poin Penting Pandangan Bupati Bojonegoro soal Isu Lingkungan