Usaha

Rintis Sentra Ternak Bebek, Pemkab Bojonegoro Gandeng FKH Unair Jadikan Desa Palembon Pilot Project

328
×

Rintis Sentra Ternak Bebek, Pemkab Bojonegoro Gandeng FKH Unair Jadikan Desa Palembon Pilot Project

Sebarkan artikel ini

Huluhilir.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai menancapkan tonggak pertama dalam merintis sentra peternakan bebek di wilayahnya. Langkah strategis ini diawali melalui sinergi antara Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Kerja sama rintisan ini resmi dimulai dengan peluncuran Desa Binaan serta penyerahan paket bantuan bebek petelur kepada masyarakat di Desa Palembon, Kecamatan Kanor, Selasa (27/1/2026). Desa Palembon dipilih sebagai pilot project karena dinilai memiliki potensi wilayah yang mendukung serta komitmen pemerintah desa yang kuat.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan diserahkan secara simbolis kepada 20 keluarga penerima manfaat (KPM). Setiap paket bantuan terdiri dari 17 ekor bebek petelur, 50 kilogram pakan, serta uang tunai sebesar Rp300 ribu.

Baca Juga:   Teater Lintang Giri sukses laksanakan kegiatan periangatan HUT RI dan Ambal Warsa

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan bahwa bebek memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan di tingkat pedesaan.

“Kita melihat peluang besar dari telur bebek, salah satunya untuk produksi telur asin. Bebek juga relatif mudah dikembangkan karena masa tetasnya hanya sekitar 21 hari dan dalam lima bulan sudah bisa bertelur kembali. Ini adalah rintisan penting untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui inovasi peternakan,” ujar Nurul Azizah.

Sinergi ini tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan fisik. Dekan FKH Universitas Airlangga, Prof. Dr. Lilik Maslahah, mengungkapkan bahwa pihaknya menerjunkan sekitar 40 dosen ahli untuk memberikan pendampingan berkelanjutan. Desa Palembon diproyeksikan menjadi desa binaan dengan pendampingan terstruktur selama lima tahun ke depan, yakni hingga tahun 2030.

Baca Juga:   Upaya Kolektif Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Menjaga Kestabilan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Nataru

“Mimpi besar kami adalah menjadikan Desa Palembon sebagai sentra peternakan bebek beserta produk olahannya. Pada Mei mendatang, kami berencana memberikan mesin tetas agar populasi bebek dapat berkembang pesat secara mandiri oleh warga,” jelas Prof. Lilik.

Selain fokus pada produktivitas, FKH Unair juga akan mengawal aspek kesehatan hewan dan integrasi program dengan penanganan stunting pada anak-anak melalui pemenuhan gizi protein hewani.

Sekretaris Disnakkan Bojonegoro, Elfia Nuraini, menambahkan bahwa kehadiran para akademisi sangat penting untuk mengedukasi peternak mengenai teknologi perawatan, pencegahan penyakit, hingga pembuatan obat herbal tradisional untuk ternak.

Program rintisan sentra bebek ini melengkapi rangkaian program pemberdayaan ekonomi yang telah berjalan sebelumnya di Bojonegoro, seperti:

  • Domba Kesejahteraan
  • Lele Kolega
  • Ayam Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri)
Baca Juga:   Sah! Bupati Setyo Wahono Lantik 5 Kades PAW 2026, Berikut Daftar Nama dan Desanya

Dengan dimulainya pendampingan di Desa Palembon, Pemkab Bojonegoro berharap pola ini dapat sukses dan nantinya direplikasi di kecamatan lain, sehingga Bojonegoro memiliki sentra ternak bebek yang tangguh, efisien, dan berkelanjutan sebagai tulang punggung ekonomi baru di sektor non-migas.