Usaha

Pasar Kota Bojonegoro Akan Disulap Modern, Ada Eskalator ke Lantai 3

143
×

Pasar Kota Bojonegoro Akan Disulap Modern, Ada Eskalator ke Lantai 3

Sebarkan artikel ini

Huluhilir.com – Wajah ikonik pusat ekonomi kerakyatan di jantung Kabupaten Bojonegoro bersiap mengalami transformasi besar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya mulai mematangkan rencana revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro menjadi pusat perbelanjaan modern yang tetap mengakar pada nilai tradisional.

Proyek ambisius ini bukan sekadar renovasi bangunan, melainkan upaya menciptakan pusat ekonomi yang representatif, nyaman, dan kompetitif di tengah gempuran ritel modern.

Fasilitas Mewah: Eskalator dan Konektivitas Unik

Salah satu perubahan paling signifikan dalam desain terbaru adalah penambahan fasilitas eskalator atau tangga berjalan. Fasilitas ini ditambahkan untuk memastikan aksesibilitas pengunjung ke lantai atas berjalan lancar tanpa kelelahan.

Baca Juga:   Inovasi Desa Tikusan: Warga Miskin Dijadikan Mitra Ternak Domba 

Sekretaris Daerah Bojonegoro, Edi Susanto, menjelaskan bahwa desain ini merupakan hasil diskusi mendalam antara Bupati Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, dan lintas OPD.

“Desain baru ini mengakomodasi masukan yang ada. Jika awalnya hanya tangga biasa, kini akan disiapkan eskalator agar pasar lebih representatif dan nyaman bagi pengunjung,” jelas Edi Susanto.

Menariknya, Pasar Kota Bojonegoro diproyeksikan menjadi pasar tradisional pertama di Indonesia yang terkoneksi langsung dengan tiga ikon utama kota sekaligus: Alun-alun Bojonegoro, Taman Bengawan Solo (TBS), dan bangunan pasar itu sendiri.

Berdiri di atas lahan seluas 18.236 meter persegi, pembangunan ini tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dengan menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) seluas 4.633 meter persegi. Gedung berlantai tiga ini dirancang untuk menampung 1.480 tempat berdagang dengan pembagian zonasi sebagai berikut:

  • Lantai 1 (483 Unit): Difokuskan untuk pedagang “basah” seperti sayur-mayur dan daging.
  • Lantai 2 (499 Unit): Mengusung konsep semi-mal untuk memberikan pengalaman belanja yang lebih eksklusif.
  • Lantai 3 (498 Unit): Didesain sebagai area belanja modern yang menawarkan nilai tambah berupa pemandangan langsung (view) ke Sungai Bengawan Solo.