Huluhilir.com – Inovasi ketahanan pangan sekaligus pengentasan kemiskinan dilakukan Pemerintah Desa Tikusan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Melalui program ternak domba dengan sistem bagi hasil, desa ini mengubah kelompok masyarakat miskin menjadi mitra ekonomi produktif.
Program ternak domba ini disalurkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Maju Bersama. Inisiasi ini melibatkan satu kelompok peternak yang beranggotakan 16 Kepala Keluarga (KK). Setiap anggota menerima dua ekor domba betina yang sudah bunting, sehingga total ada 32 ekor domba yang kini dikelola warga.
Kepala Desa Tikusan, Edy Sunarto, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mencapai kemandirian. “Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan dan ekonomi warga,” jelas Edy.
Setelah berjalan satu tahun, program ini menunjukkan hasil yang menjanjikan. Dari 32 ekor domba awal, saat ini sudah berhasil beranak sebanyak 21 ekor. Keberhasilan ini didukung oleh sistem bagi hasil yang unik, yakni sistem ‘nelu’ atau pembagian tiga.
Kades Edy Sunarto merincikan cara kerja sistem bagi hasil tersebut. “Semisal domba dijual dengan harga Rp 900 ribu, maka Rp 300 ribu untuk kelompok guna melakukan pembelian lagi (re-investasi) dan Rp 600 ribu untuk peternak,” terangnya.
Saat ini, Pemerintah Desa memutuskan untuk sementara belum mengambil bagi hasil karena program masih difokuskan pada tahap pengembangan dan penguatan modal kelompok.
Lebih lanjut, Edy Sunarto menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan sosial biasa. “Kelompok tersebut adalah 16 kepala keluarga yang masuk dalam Damisda (Data Kemiskinan Ekstrem). Maka mereka kita jadikan mitra bukan hanya sebagai penerima bantuan,” tandasnya, menekankan pentingnya peran aktif warga dalam menggerakkan ekonomi.
Pemerintah Desa Tikusan memberikan dukungan penuh terhadap upaya strategis Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menekan angka kemiskinan. Salah satunya adalah program domba kesejahteraan dari Pemkab.
“Pemerintah Desa juga mesupport penuh terkait adanya program domba kesejahteraan dari Pemkab Bojonegoro,” pungkas Edy Sunarto. Ia menambahkan bahwa survei telah dilakukan, dan diharapkan warga Desa Tikusan juga akan mendapatkan program tersebut sebagai perluasan dari upaya pengentasan kemiskinan yang dilakukan secara mandiri oleh desa.












