Kabar

Muhammadiyah Resmi Tetapkan Idul Adha pada 28 Juni 2023

462
×

Muhammadiyah Resmi Tetapkan Idul Adha pada 28 Juni 2023

Sebarkan artikel ini

Kembali berbeda dengan pemerintah

Muhammadiyah Resmi Tetapkan Idul Adha pada 28 Juni 2023
Sumber: Freepik

Pada tahun ini 2023, kembali terjadi perbedaan dalam penentuan Hari Raya besar dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Jadi pada tahun ini ada 2 kali perbedaan yakni yang pertama saat Idul Fitri dan yang kedua yaitu Idul Adha.

Dikutip dari Muhammadiyah.or.id, Pimpinan Pusat Muhammadiyah sendiri menetapkan Hari Raya Iduladha 1444 H jatuh pada Rabu Kliwon, 28 Juni 2023 melalui maklumat bernomor 1/MLM/1.0/E/2023 yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir pada 21 Januari 2023 di Yogyakarta.

Muhammadiyah Resmi Tetapkan Idul Adha pada 28 Juni 2023
Sumber: muhammadiyah.or.id

Penetapan ini didasarkan dari hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tarjdid PP Muhammadiyah.

Dikutp dari Nu.or.id, Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan 1 Dzulhijjah 1444 H jatuh pada Selasa, 20 Juni 2023. Dengan ditetapkannya awal Dzulhijjah ini, maka Hari Raya Idul Adha 1444 H jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023.

Baca Juga:   Pemerintah: Idul Adha Jatuh pada Kamis 29 Juni 2023

Keputusan ini didasarkan dari laporan ketinggian hilal di seluruh Indonesia sudah berada di atas ufuk, namun masih berada di bawah kriteria imkanur rukyat yang ditetapkan MABIMS.

Berdasarkan data yang dihimpun Tim Hisab Rukyat Kemenag tersebut, jika ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia di atas ufuk berkisar antara 0° 11,78’ (nol derajat sebelas koma tujuh puluh delapan menit) sampai 2° 21,57’ (dua derajat dua puluh satu koma lima puluh tujuh derajat menit). Dengan sudut elongasi antara 4,39° (empat koma tiga puluh sembilan derajat) sampai 4,93° (empat koma sembilan puluh tiga derajat).

Dengan parameter-parameter ini, maka posisi hilal di Indonesia belum memenuhi Kriteria Baru MABIMS (Menteri Agama Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Singapura) yang menetapkan jika secara astronomis, hilal bisa teramati jika bulan memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasinya minimal 6,4 derajat.