Otokita

Mazda Vantrend: Mobil Wagon Lokal yang Nyaman dengan Spesifikasi Unggul

389
×

Mazda Vantrend: Mobil Wagon Lokal yang Nyaman dengan Spesifikasi Unggul

Sebarkan artikel ini
Poster jadul Mazda Vantrend

Otokita – Mobil jenis wagon mungkin kurang populer di Indonesia, namun Mazda Vantrend membuktikan dirinya sebagai pengecualian. Diproduksi antara tahun 1993 hingga 1998, mobil ini masih menjadi primadona di pasar mobil bekas. Doni Satrio dari Donsa Garage, seorang ahli bengkel mobil yang pernah memiliki Mazda Vantrend, memberikan wawasan menarik terkait pengalaman dengan mobil ini.

Meskipun mobil ini diproduksi antara 1993 dan 1994 tanpa dilengkapi power steering, pengguna menganggapnya tidak terlalu memberatkan ketika mobil sudah berjalan. Masalah lebih terasa saat parkir atau terjebak di kemacetan. Doni menjelaskan bahwa memasang power steering bisa dilakukan dengan biaya sekitar Rp 4 juta, meskipun bukan model elektrik seperti aslinya.

Doni juga membagikan beberapa “penyakit” yang sering dialami Mazda Vantrend, termasuk masalah pada laher roda depan, bos idle arm, dan kecenderungan mesin untuk overheat. Namun, ia memberikan solusi dengan mengganti bos idle arm dengan model laher yang dapat dibuat di tukang bubut.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:

  1. Ruang barang cukup lapang
  2. Komponen tersebar
  3. Terbilang irit

Kekurangan:

  1. Kabin penumpang kurang luas
  2. Gejala body roll saat mencapai kecepatan tinggi
  3. Ketersediaan sparepart yang minim

Spesifikasi Kendaraan:

  • Panjang: 4146 mm, Lebar: 1596 mm, Tinggi: 1455 mm
  • Mesin: 1298cc
  • Output: 70ps/5500rpm
  • Torsi: 11.0kgm/3500rpm
  • Kapasitas Tangki: 43 Liter

Ulasan Singkat:

Mazda Vantrend, sebagai Station Wagon muncul pada tahun 1993 tanpa teknologi Power Window dan Power Steering. Tahun 1994, model ini telah dilengkapi dengan teknologi central lock, power window, dan power steering. Meskipun nyaman saat dikendarai sendiri, kenyamanan berkurang ketika membawa penumpang karena kabin yang sempit. Gejala body roll dan suara mesin yang menganggu terjadi pada kecepatan tinggi. Meski memiliki suspensi yang cukup lincah, ketersediaan sparepart yang sulit menjadi tantangan.

Mazda Vantrend terkenal irit dengan konsumsi BBM mencapai 1:12 dalam kota dan 1:14 luar kota, dengan catatan mesin dalam kondisi sehat. Mesin yang bandel, tarikan responsif, dan volume bagasi yang luas menjadi nilai tambah. Namun, ketersediaan sparepart yang minim dan desain interior yang tergolong biasa memerlukan sedikit sentuhan modifikasi untuk meningkatkan tampilan. Eksterior tergolong unik pada zamannya dengan desain Station Wagon yang khas. Meskipun demikian, Mazda Vantrend tetap menjadi pilihan menarik untuk pecinta mobil bekas dengan karakter uniknya.