Kabar

Drone Penyemprot Pestisida Jadi Andalan Baru Petani Bojonegoro  

659
×

Drone Penyemprot Pestisida Jadi Andalan Baru Petani Bojonegoro  

Sebarkan artikel ini
Gambar by AI

Huluhilir.com – Kabar gembira menghampiri para petani di Kabupaten Bojonegoro. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro di bawah kepemimpinan Bupati Setyo Wahono menggulirkan program inovatif dengan menyediakan drone penyemprot pestisida secara gratis. Langkah ini menjadi angin segar dalam upaya modernisasi pertanian sekaligus solusi efektif untuk mengatasi permasalahan hama yang kerap menghantui hasil panen.

Inisiatif ini muncul sebagai respons atas tantangan klasik yang dihadapi petani, yakni metode penyemprotan pestisida manual yang memakan waktu, tenaga, dan berisiko terhadap kesehatan akibat paparan bahan kimia. Bupati Setyo Wahono dalam keterangannya menyampaikan optimisme terhadap program ini.

“Penggunaan drone penyemprot ini diharapkan dapat menjadi salah satu ikhtiar kami dalam mengoptimalkan proses pertanian, khususnya dalam pengendalian hama,” ujarnya. “Dengan alat ini, penyemprotan bisa dilakukan lebih cepat, menjangkau area sawah yang lebih luas, dan hasil semprotannya lebih merata. Mudah-mudahan ini berdampak positif terhadap hasil panen dan penghasilan petani,” imbuh Bupati Wahono.

Baca Juga:   Lapangan Gas JTB Kapan Mulai Produksi? Ini Perjalanan Proyek Nasional di Bojonegoro

Uji coba awal program telah dilaksanakan pada 5 Mei 2025 di Desa Sarirejo, Kecamatan Balen. Para petani setempat menyambut baik inovasi ini, terutama menyoroti efisiensi waktu dan pengurangan beban kerja fisik yang signifikan. Salah seorang petani di Desa Sarirejo, Bapak Karno (55), mengungkapkan pengalamannya saat uji coba.

“Biasanya saya butuh waktu seharian penuh untuk menyemprot lahan seluas satu hektar. Tapi dengan drone ini, tidak sampai dua jam sudah selesai. Tenaga juga tidak terkuras banyak,” kata Bapak Karno dengan antusias.

Kabupaten Bojonegoro sendiri memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Berdasarkan data dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro (www.bojonegorokab.go.id), luasan lahan pertanian di Bojonegoro mencapai sekitar 117.532 hektar yang terdiri dari lahan sawah, tegalan, dan perkebunan. Dengan luasan lahan yang sedemikian besar, efisiensi dalam pengelolaan, termasuk pengendalian hama, menjadi kunci penting untuk meningkatkan produktivitas.

Baca Juga:   Bojonegoro Akan Gelar Ruwatan Murwakala, Cek Cara Daftarnya

Kapan Launching?

Sebagai langkah selanjutnya, Bupati Setyo Wahono dijadwalkan akan meluncurkan secara resmi program penggunaan drone penyemprot ini pada 26 Mei 2025 di Desa Sarirejo. Acara peluncuran akan dirangkaikan dengan Gelar Teknologi Pertanian, sosialisasi mendalam mengenai pengoperasian drone, serta pameran produk-produk unggulan lokal, termasuk beras organik khas Bojonegoro.

Manfaat Bagi Petani

Program penyediaan drone penyemprot pestisida ini diharapkan membawa sejumlah manfaat signifikan bagi para petani di Bojonegoro. Pertama, efisiensi waktu dan tenaga dalam proses penyemprotan akan meningkat drastis. Drone mampu menjangkau area yang luas dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan metode manual. Kedua, pengurangan risiko kesehatan akibat paparan langsung terhadap bahan kimia pestisida. Petani tidak perlu lagi berada di tengah lahan saat penyemprotan dilakukan. Ketiga, hasil penyemprotan yang lebih merata diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengendalian hama dan pada akhirnya berdampak positif pada hasil panen.

Baca Juga:   Bojonegoro Siapkan 5 Taman Ikonik di Perbatasan Daerah Tetangga

Pemkab Bojonegoro memiliki rencana strategis untuk memperluas jangkauan program ini ke wilayah Bojonegoro Tengah dan Barat. Penambahan unit drone penyemprot akan terus dilakukan seiring dengan berjalannya waktu. Selain itu, pendampingan dan pelatihan intensif bagi para petani akan menjadi fokus utama agar mereka mampu mengoperasikan teknologi ini secara mandiri dan mendapatkan manfaat yang maksimal.

Melalui program penyediaan drone penyemprot hama ini, Bupati Setyo Wahono menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan solusi nyata bagi para petani di Bojonegoro. Diharapkan, pemanfaatan teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani secara keseluruhan. Langkah ini sekaligus menjadi contoh bagaimana inovasi teknologi dapat diimplementasikan untuk memajukan sektor pertanian di daerah.