Migas

Realisasi Investasi Bojonegoro 2025 Tembus Rp 3,52 Triliun, Sektor Pertambangan Jadi Primadona

391
×

Realisasi Investasi Bojonegoro 2025 Tembus Rp 3,52 Triliun, Sektor Pertambangan Jadi Primadona

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Investasi di Bojonegoro/By Gemini

Huluhilir.com – Kabupaten Bojonegoro mencatatkan performa ekonomi yang gemilang sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data perizinan berusaha Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA), total realisasi investasi yang masuk ke Bumi Angling Dharma mencapai angka fantastis, yakni Rp 3,52 triliun.

Data yang ditarik hingga 15 Desember 2025 tersebut menunjukkan bahwa daya tarik investasi di Bojonegoro masih sangat kuat, terutama bagi pemodal dalam negeri.

Investasi Didominasi Modal Dalam Negeri

Dari total Rp 3,52 triliun tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai Rp 3,45 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat berada di angka Rp 69,76 miliar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bojonegoro, Budiyanto, menyatakan bahwa besarnya angka PMDN mencerminkan kepercayaan investor nasional terhadap stabilitas ekonomi daerah.

Baca Juga:   Bupati Bojonegoro: Pasar Bersih dan Nyaman Adalah Prioritas Bersama

“Tingginya kontribusi PMDN ini menandakan bahwa potensi ekonomi lokal masih menjadi daya tarik utama bagi investor nasional,” ujar Budiyanto pada Kamis (18/12/2025).

Sektor Pertambangan dan Industri Makanan Tumbuh Pesat

Berdasarkan data OSS, beberapa sektor unggulan mencatatkan pertumbuhan signifikan:

  • Sektor Pertambangan: Menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp 971,50 miliar, memperkokoh posisi Bojonegoro sebagai lumbung energi Jawa Timur.
  • Sektor Perdagangan dan Reparasi: Menyumbang Rp 603,13 miliar.
  • Sektor Industri Makanan: Mencatatkan realisasi sebesar Rp 524,09 miliar.
  • Sektor Konstruksi: Meraup Rp 427,27 miliar, seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur publik dan swasta.

Tantangan UMKM

Dilihat dari skala usaha, investasi di Bojonegoro masih didominasi oleh Usaha Besar yang mencatatkan angka Rp 2,15 triliun. Sedangkan untuk skala lainnya adalah sebagai berikut:

  • Usaha Kecil: Rp 644,13 miliar.
  • Usaha Mikro: Rp 477,95 miliar.
  • Usaha Menengah: Rp 246,38 miliar.
Baca Juga:   Bupati Bojonegoro tegaskan segera bangun jembatan dusun di Kedungadem

Dominasi usaha besar ini memberikan catatan penting bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat permodalan dan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat lebih terlibat dalam ekosistem investasi daerah.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan perizinan dan kemudahan berusaha. Tren positif ini diharapkan tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi memberikan multiplier effect nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap perkembangan investasi ini mampu mendorong penciptaan lapangan kerja baru, pemerataan pembangunan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat,” tambah Budiyanto.

Capaian ini sekaligus membuktikan bahwa Bojonegoro telah berhasil melakukan diversifikasi ekonomi. Bojonegoro kini tidak hanya mengandalkan sektor migas, tetapi juga mulai menggerakkan sektor-sektor riil lainnya menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga:   Sejarah singkat Blok Cepu Bojonegoro, dulu bernama Panolan