Kabar

Bacaan Sholat Tarawih Dari Awal Sampai Akhir Arab, Latin dan Artinya

3693
×

Bacaan Sholat Tarawih Dari Awal Sampai Akhir Arab, Latin dan Artinya

Sebarkan artikel ini

Mudah banget

Bacaan Sholat Tarawih Dari Awal Sampai Akhir
Sumber: Pexels

Bacaan Sholat Tarawih Dari Awal Sampai Akhir – Sholat Tarawih adalah sholat sunnah yang dilakukan pada bulan Ramadhan setelah sholat Isya’. Sholat Tarawih dilakukan secara berjamaah dan biasanya dilakukan di masjid atau tempat-tempat ibadah lainnya. Sholat Tarawih terdiri dari beberapa rakaat, biasanya 8 rakaat, yang dilakukan dengan cara yang sama seperti sholat sunnah pada umumnya.

Baca Juga: Bacaan Dzikir Malam Nuzulul Quran Lengkap

Sholat Tarawih dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Allah SWT dan juga sebagai salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam selama bulan Ramadhan. Selain itu, Sholat Tarawih juga dianggap sebagai cara untuk memperbanyak pahala selama bulan Ramadhan dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Cara Sholat Tarawih

Bacaan Sholat Tarawih Dari Awal Sampai Akhir
Sumber: Pexels

1. Berikut adalah cara melakukan sholat Tarawih:

2. Melakukan wudhu terlebih dahulu

3. Masuk ke dalam masjid atau tempat ibadah yang disediakan untuk melaksanakan sholat Tarawih

4. Menghadap kiblat dan berniat untuk melaksanakan sholat Tarawih

5. Membaca doa iftitah dan takbiratul ihram untuk memulai sholat

6. Melakukan dua rakaat pertama dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek di dalam rakaat pertama dan rakaat kedua

7. Melakukan sela-sela antara dua rakaat dengan membaca dzikir atau membaca Al-Quran

8. Melanjutkan sholat dengan rakaat-rakaat berikutnya sampai mencapai jumlah yang ditentukan

9. Membaca tasyahud akhir dan salam untuk mengakhiri sholat

Dalam pelaksanaan sholat Tarawih, biasanya terdapat dua cara yang dilakukan oleh masyarakat, yaitu dengan cara membaca satu juz Al-Quran setiap malamnya atau dengan membaca beberapa surat pilihan dalam satu malam. Namun, keduanya sama-sama sah dan dapat dilakukan sesuai dengan keinginan dan kemampuan masing-masing.

Bacaan Sholat Tarawih Dari Awal Sampai Akhir

Bacaan Sholat Tarawih Dari Awal Sampai Akhir
Sumber: Unsplash

1. niat. Sederhananya, ke hati.

2. Takbiratul ihram mengucapkan takbir seperti dalam shalat biasa.

اللهُ أَكْبَرُ
Allahu Akbar.

Artinya: “Allah Maha Besar”

Saat Takbir, disunnahkan mengangkat kedua tangan ke atas. Pada laki-laki posisi tangan berada di atas bahu, jari-jari sedikit direntangkan, ujung jari lurus dengan cuping telinga bagian atas dan menunduk ke arah kiblat.

3. Baca doa iftitah

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ
Subhanaka Allahumma wa bihamdika wa tabarakasmuka wa ta’ala jadduka wa la ilaha ghairuka.

Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu dan diberkati nama-Mu dan dimuliakan kebesaran-Mu, dan tidak ada tuhan selain Engkau.”

4. Baca Surat Al-Fatihah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Bismillahirrahmanirrahim.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Alhamdu lillahi rabbil ‘alamin.

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Ar-Rahmanir-Rahim.

Artinya: “Maha Pengasih, Maha Penyayang.”

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
Maliki yawmiddin.

Artinya: “Yang menguasai hari pembalasan.”

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in.

Artinya: “Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan.”

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Ihdinas siratal mustaqim.

Artinya: “Tunjukilah kami jalan yang lurus.”

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ
Siratal ladzina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhubi ‘alaihim waladhdhallin.

Artinya: “Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

5. Lanjutkan membaca Al-Qur’an surat kedua seperti yang saya baca (dengan keras, tidak pelan-pelan) jika Anda berperilaku seperti seorang Imam. Disarankan untuk membaca surat-surat pendek.

6. Rukuk

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhana rabbiyal ‘azhim wa bihamdih.

Artinya: “Maha suci Tuhanku yang Maha Agung, dan aku memuji-Nya.”

7. Iktidal setelah rukuk

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami’allahu liman hamidah.

Artinya: “Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Rabbana wa lakal hamd.

Artinya: “Ya Tuhan kami, milik-Mu segala puji.”

Dalam bacaan iktidal, kita mengakui kebesaran Allah SWT dan memuji-Nya setelah bangun dari posisi rukuk. Kita juga menyadari bahwa Allah SWT selalu mendengar doa dan pujian kita. Dengan membaca bacaan iktidal ini, kita menegaskan kembali ketaatan dan rasa hormat kita kepada Allah SWT selama melaksanakan shalat.

8. Sujud setelah iktidal

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhana rabbiyal a’la wa bihamdih.

Artinya: “Maha suci Tuhanku yang Maha Tinggi, dan aku memuji-Nya.”

Dalam bacaan sujud, kita mengakui kebesaran Allah SWT dan memuji-Nya ketika posisi tubuh kita telah menunduk ke tanah. Kita juga menyadari betapa tingginya kedudukan Allah SWT dalam segala hal. Dengan membaca bacaan sujud ini, kita menegaskan kembali ketaatan dan rasa hormat kita kepada Allah SWT selama melaksanakan shalat.

9. Duduk di antara dua sujud

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي
Rabbi-ghfirli warhamni wahdini warzuqni wa’afini.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosaku, kasihanilah aku, bimbinglah aku, berikanlah rizki kepadaku, dan lindungilah aku dari kejahatan.”

Dalam bacaan duduk di antara dua sujud, kita memohon ampun dan perlindungan dari Allah SWT serta meminta bimbingan dan rizki-Nya. Dengan membaca bacaan ini, kita menegaskan kembali ketaatan dan rasa hormat kita kepada Allah SWT selama melaksanakan shalat.

10. Sujud kedua bacaannya sama dengan sujud pertama.

11. Berdiri kembali dan mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan dan bacaan seperti pada rakaat pertama.

12. Setelah sujud kedua pada rakaat kedua langsyg duduk tasyahud akhir

وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهدُ اَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ. وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كََمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِى مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا اَنْتَ أَعْلَمًُ بِهِ مِنِّى. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَإِلَهَ إَلاَّ اَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّى اَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ اَللَّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَثِيْرًا كَبِيْرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُُوْبَ اِلاَّ اَنْتَ فَاغْفِرْلِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِى اِنَّكَ اَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِيْنِكَ

Artinya: “Segala kehormatan, keberkahan, shalawat dan kebaikan adalah milik Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah Allah mudah-mudahan tetap tercurahkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan semoga tetap terlimpahkan kepada kami dan seluruh hamba Allah yang shalih-shalih. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau memberi rahmat kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarganya. Limpahkanlah barakah kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberi barakah kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam semesta, Engkaulah Yang Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

12. Membaca salam

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi.

Artinya: “Salam sejahtera atas kalian semua dan rahmat Allah.”