Perspektif

Rabies Adalah Penyakit yang Mematikan, Kenali Penyebabnya Sejak Dini

929
×

Rabies Adalah Penyakit yang Mematikan, Kenali Penyebabnya Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

Ketahui cara mencegahnya

Rabies Adalah Penyakit yang Mematikan, Kenali Penyebabnya Sejak Dini
Sumber: Freepik

Rabies Adalah Penyakit yang Mematikan, Kenali Penyebabnya Sejak Dini – Rabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini biasanya ditularkan melalui gigitan atau luka terbuka dari hewan yang terinfeksi virus rabies, terutama anjing. Namun, virus rabies juga dapat ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi masuk ke dalam luka atau selaput lendir seseorang.

Rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan hampir selalu berakibat fatal jika tidak diobati secara cepat. Oleh karena itu, setelah terpapar virus rabies, sangat penting untuk mencari perawatan medis segera. Pengobatan yang dikenal sebagai profilaksis pasca-paparan dapat diberikan untuk mencegah perkembangan penyakit jika dilakukan sesegera mungkin setelah paparan.

Rabies Adalah Penyakit yang Mematikan, Kenali Penyebabnya Sejak Dini

Rabies Adalah Penyakit yang Mematikan, Kenali Penyebabnya Sejak Dini
Sumber: Instagram

Penyebab Rabies

Rabies disebabkan oleh virus rabies yang termasuk ke dalam keluarga Rhabdoviridae dan genus Lyssavirus. Virus ini dapat menular ke manusia melalui gigitan atau luka terbuka yang terkena air liur hewan yang terinfeksi, terutama anjing, kucing, rakun, rubah, dan kelelawar. Selain itu, virus rabies juga dapat ditularkan jika air liur hewan yang terinfeksi masuk ke dalam luka atau selaput lendir seseorang.

Proses penularan virus rabies melibatkan perpindahan virus dari hewan yang terinfeksi ke sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) melalui serabut saraf perifer. Virus kemudian berkembang biak di sistem saraf pusat, menyebabkan peradangan dan kerusakan pada jaringan otak.

Ciri-Ciri Terkena Rabies

Rabies pada manusia memiliki beberapa tahap perkembangan dan gejala yang berkembang seiring waktu. Berikut ini adalah ciri-ciri dan tahapan gejala rabies pada manusia:

Baca Juga:   Anjing Rabies: Penyebab dan Cara Mengatasinya

1. Tahap Inkubasi

Ini adalah periode antara saat terpapar virus rabies hingga munculnya gejala. Biasanya berlangsung antara beberapa minggu hingga beberapa bulan, tetapi dapat bervariasi tergantung pada lokasi gigitan dan jarak virus harus menyebar ke sistem saraf pusat. Pada tahap ini, biasanya tidak ada gejala yang terlihat.

2. Tahap Prodromal

Tahap ini ditandai dengan munculnya gejala awal yang mirip dengan flu atau penyakit umum lainnya. Gejalanya bisa meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah. Pada tahap ini, seseorang mungkin juga mengalami perubahan suasana hati, kecemasan, kegelisahan, dan kesulitan tidur.

3. Tahap Akut Neurologis

Setelah tahap prodromal, gejala neurologis yang parah mulai muncul. Tahap ini sering dikaitkan dengan perubahan perilaku dan fungsi otak yang signifikan. Beberapa gejala yang dapat muncul meliputi:

– Perubahan perilaku: Agitasi, kebingungan, kecemasan yang berlebihan, dan serangan panik.

– Kelumpuhan: Kesulitan menggerakkan otot atau kelumpuhan parsial.

– Hipersensitivitas: Meningkatnya sensitivitas terhadap cahaya, suara, atau sentuhan.

– Hidrofobia: Ketakutan yang berlebihan terhadap air atau kesulitan menelan saat minum air.

– Aerofobia: Ketakutan yang berlebihan terhadap udara atau sulit bernafas.

– Kejang: Terjadi kejang otot yang tak terkendali.

– Delirium: Kehilangan kesadaran dan kebingungan yang parah.

– Koma: Hilangnya kesadaran total.

4. Tahap Terminal

Tahap ini ditandai dengan penurunan kesadaran yang semakin parah, pernapasan yang terganggu, dan gagal organ yang berujung pada kematian.

Baca Juga:   Rabies Pada Manusia Bisa Disembuhkan Dengan Cara Ini

Cara Mencegah Rabies

Berikut adalah beberapa cara mencegah rabies:

1. Vaksinasi Hewan Peliharaan

Vaksinasi anjing, kucing, dan hewan peliharaan lainnya adalah langkah pencegahan utama. Pastikan hewan peliharaan Anda menerima vaksin rabies yang diberikan secara teratur sesuai jadwal yang ditentukan oleh dokter hewan.

2. Hindari Kontak dengan Hewan Liar

Hindari kontak langsung dengan hewan liar, terutama yang terinfeksi atau berperilaku aneh. Jangan memelihara hewan liar sebagai hewan peliharaan dan hindari sentuhan dengan hewan liar yang tidak dikenal.

3. Lindungi Rumah Anda

Pastikan rumah Anda terlindung dari hewan liar dengan menutup lubang-lubang di dinding, memperbaiki jendela yang rusak, dan menjaga pintu tetap tertutup dengan rapat.

4. Hindari Kontak dengan Hewan yang Mencurigakan

Jika Anda melihat hewan yang mencurigakan atau berperilaku aneh, seperti kelelawar yang terlihat sakit atau hewan liar yang tampak tidak takut dengan keberadaan manusia, sebaiknya jangan mencoba menangkap atau menyentuhnya. Segera laporkan kejadian tersebut kepada otoritas kesehatan hewan atau pihak yang berwenang setempat.

5. Waspadai Hewan Peliharaan yang Tergigit

Jika hewan peliharaan Anda tergigit oleh hewan liar atau yang diduga terinfeksi rabies, segera hubungi dokter hewan untuk mendapatkan perawatan dan nasihat lebih lanjut. Dokter hewan dapat mengevaluasi risiko dan memberikan tindakan pencegahan yang tepat, termasuk vaksinasi atau pengamatan lebih lanjut terhadap hewan peliharaan.

6. Edukasi dan Kesadaran Masyarakat

Penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya rabies, tanda-tanda infeksi, dan langkah-langkah pencegahan yang harus diambil. Kampanye vaksinasi massal dan program sterilisasi hewan juga dapat membantu mengendalikan penyebaran rabies di populasi hewan.

Baca Juga:   Rabies Pada Manusia Bisa Disembuhkan Dengan Cara Ini

Cara Mengatasi Rabies

Sayangnya, saat ini tidak ada pengobatan yang efektif untuk mengatasi rabies setelah gejala muncul dan infeksi menyebar ke sistem saraf pusat. Oleh karena itu, pencegahan rabies melalui vaksinasi dan langkah-langkah pencegahan lainnya sangat penting.

Namun, jika Anda telah tergigit oleh hewan yang diduga terinfeksi rabies, langkah-langkah berikut dapat diambil:

1. Cuci Luka

Segera cuci luka gigitan dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit untuk membantu mengurangi risiko infeksi.

2. Hubungi Dokter

Setelah mencuci luka, segera hubungi dokter atau pergi ke fasilitas medis untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Dokter akan mengevaluasi luka dan memberikan nasihat medis yang tepat.

3. Vaksin Rabies

Jika diperlukan, dokter akan memberikan vaksin rabies yang sesuai, baik sebagai tindakan profilaksis pasca-paparan atau sebagai bagian dari perawatan untuk infeksi rabies yang dicurigai. Vaksin rabies yang diberikan setelah terpapar virus dapat membantu mencegah perkembangan penyakit yang fatal.

4. Imunoglobulin Rabies

Selain vaksin rabies, dalam beberapa kasus, dokter mungkin juga merujuk pemberian imunoglobulin rabies. Imunoglobulin rabies adalah produk darah yang mengandung antibodi untuk melawan virus rabies dan dapat memberikan perlindungan awal yang lebih cepat.

5. Perawatan Luka

Dokter juga akan memberikan perawatan untuk luka gigitan dan mungkin merujuk Anda ke ahli bedah atau penyedia layanan kesehatan lainnya untuk perawatan lebih lanjut.