Agama memiliki peran sentral dalam membentuk perilaku dan nilai-nilai masyarakat, termasuk dalam hal menjaga kelestarian lingkungan. Kesadaran akan keterkaitan ajaran agama dengan isu-isu lingkungan menjadi semakin krusial, terutama di tengah ancaman krisis air, kerusakan alam, pemanasan global, dan berbagai permasalahan ekologis lainnya yang dapat mengganggu keberlangsungan hidup di bumi. Kampanye mengenai pentingnya perspektif agama dalam menjaga lingkungan perlu terus digalakkan, khususnya menyasar generasi muda sebagai agen perubahan masa depan.
Merespon urgensi permasalahan lingkungan tersebut, Pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Bojonegoro mengambil inisiatif proaktif dengan mengadakan kajian khusus yang mengangkat tema lingkungan. Kajian ini secara spesifik menyoroti isu krisis alam yang terjadi di wilayah Bojonegoro, menghubungkannya dengan perspektif ilmu keislaman. Beberapa isu lokal yang menjadi fokus perhatian adalah semakin berkurangnya sumber air bersih, kualitas udara yang menurun, serta relasinya dengan aktivitas industri dan tingkat kebahagiaan masyarakat di Bojonegoro.
Sebelumnya, ISNU Bojonegoro juga telah aktif menyelenggarakan berbagai seminar yang berkaitan dengan isu-isu lingkungan yang dihadapi oleh masyarakat setempat. Salah satu contohnya adalah seminar yang menghadirkan Budi Witoyo, seorang tokoh pelopor perkebunan kopi dataran rendah di Bojonegoro yang juga merupakan pengurus harian ISNU Bojonegoro. Dalam seminar tersebut, Budi Witoyo memaparkan data mengenai peningkatan suhu udara di Bojonegoro yang signifikan pada periode 2011 hingga 2018, mencapai puncaknya pada 39-40 derajat Celcius. Salah satu faktor utama yang diidentifikasi sebagai penyebab kondisi ini adalah berkurangnya ruang hijau di wilayah Bojonegoro.
Menyikapi kondisi tersebut, Ketua ISNU Bojonegoro, Dr. Yoggi Prana Izza, secara konsisten mendorong agar ISNU terus terlibat aktif dalam mengkaji isu-isu ekologi dari sudut pandang ajaran Islam. Beliau berharap bahwa melalui kajian-kajian ini akan lahir karya-karya ilmiah di bidang ekologi yang berasal dari pemikiran para pengurus ISNU Bojonegoro, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pelestarian lingkungan.
Kegiatan Kajian Ekologi ISNU Bojonegoro
Sebagai wujud komitmen untuk memperluas jangkauan diskusi dan melibatkan partisipasi publik yang lebih luas, ISNU Bojonegoro kini secara rutin menggelar Kajian Ekologi. Inovasi dilakukan dengan memanfaatkan platform media sosial TikTok Live melalui akun @ruangprawoto, sehingga kajian ini dapat diakses dengan mudah oleh berbagai lapisan masyarakat.
Kajian Ekologi ini telah menjadi agenda rutin ISNU Bojonegoro yang dilaksanakan setiap Jumat awal bulan. Kegiatan ini diinisiasi dan dikelola oleh Bidang Dakwah ISNU yang diketuai oleh Ahmad Prawoto dan Mohammad Sholihin. Kitab utama yang menjadi rujukan dalam kajian ini adalah karya monumental dari Syekh Ali Jum’ah yang berjudul Al Biah wa Khufad Alaiha fi Mandur Islam (Lingkungan dan Kewajiban Menjaganya dalam Perspektif Islam).
Dalam kajian-kajian yang telah dilaksanakan, pandangan Syekh Ali Jum’ah menjadi landasan penting dalam memahami relasi antara manusia dan alam dalam perspektif Islam. Beliau menekankan bahwa manusia tidak diperkenankan untuk memperlakukan alam hanya sebagai objek eksploitasi semata demi memenuhi kebutuhan sesaat. Menurutnya, kedudukan alam setara dengan manusia dalam hal hak untuk dijaga dan dilestarikan. Hal ini didasari oleh pemahaman bahwa salah satu tugas utama manusia di muka bumi adalah menjadi khalifah (pemimpin yang bertanggung jawab atas kehidupan di dunia).
Lebih lanjut, Syekh Ali Jum’ah menjelaskan bahwa selain diperbolehkan memanfaatkan hasil alam, manusia juga memiliki tanggung jawab imaratul ard (membangun peradaban yang seimbang dan lestari), serta kewajiban untuk menjaga kebermanfaatan alam hingga generasi mendatang. Beliau juga mengajarkan pentingnya bermuamalah(berinteraksi) dengan alam semesta dan memperlakukannya sebagai makhluk yang juga dapat merasakan dampak dari tindakan manusia.
Bagi Syekh Ali Jum’ah, ajaran Islam tidak hanya menugaskan manusia untuk menjaga alam dari kerusakan, tetapi juga untuk mengembangkan dan memperbaikinya. Beliau meyakini bahwa upaya untuk menemukan rahasia-rahasia alam adalah bagian dari wujud pengakuan terhadap kebesaran Allah SWT dan dapat mengantarkan manusia pada tingkat mahabah (cinta) kepada-Nya melalui ciptaan-Nya.
Tujuan Kajian Ekologi ISNU Bojonegoro
Melalui penyelenggaraan Kajian Ekologi secara rutin, ISNU Bojonegoro memiliki beberapa tujuan utama yang ingin dicapai dalam upaya meningkatkan kesadaran dan aksi nyata terkait isu lingkungan di kalangan masyarakat, khususnya umat Islam. Beberapa poin penting yang disimpulkan dari kajian-kajian yang telah berjalan adalah:
- Memopulerkan Teks-Teks Keagamaan tentang Kepedulian Lingkungan: Salah satu tujuan utama kajian ini adalah untuk lebih memasyarakatkan ayat-ayat Al-Qur’an, hadis Nabi Muhammad SAW, serta pandangan ulama klasik dan kontemporer yang secara eksplisit maupun implisit menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Dengan memahami landasan teologis ini, diharapkan umat Islam akan semakin termotivasi untuk peduli terhadap isu-isu lingkungan.
- Mendorong Aksi Nyata Berbasis Kesadaran Lingkungan: Kajian ini tidak hanya berhenti pada tataran teoritis, tetapi juga bertujuan untuk menginspirasi dan menggerakkan aksi nyata di tingkat individu maupun kolektif. Contoh konkret yang telah diinisiasi oleh pengurus ISNU Bojonegoro adalah mengganti pengiriman karangan bunga ucapan selamat dengan aksi menanam pohon. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi gerakan budaya yang menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ruang hijau. Ide kreatif lain yang muncul adalah menyemai biji buah yang disuguhkan dalam acara-acara hajatan, sehingga ketika tumbuh menjadi pohon dapat memberikan manfaat jangka panjang berupa sedekah oksigen.
- Mengaitkan Isu Keagamaan dengan Krisis Lingkungan Kontemporer: Kajian ini berupaya untuk menjembatani antara ajaran-ajaran Islam klasik dengan tantangan krisis lingkungan yang dihadapi saat ini. Sebagai contoh, kajian fikih klasik dalam kitab Fathul Qorib yang melarang kencing di air yang tidak mengalir berdasarkan hadis Nabi SAW, diperluas pemahamannya menjadi larangan segala bentuk pencemaran air, baik oleh limbah domestik, industri, maupun sampah. Hal ini menegaskan bahwa kualitas air bersih dan udara segar merupakan bagian integral dari ajaran Islam. Selain itu, kajian ini juga merujuk pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 86 Tahun 2023 tentang perubahan iklim dan pentingnya kesadaran umat Islam akan kelestarian alam.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan melalui Kajian Ekologi ini, ISNU Bojonegoro berharap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menumbuhkan kesadaran dan tindakan nyata masyarakat Bojonegoro, khususnya umat Islam, terhadap isu-isu lingkungan. Partisipasi aktif dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk mewujudkan lingkungan yang lestari dan berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik. Bagi masyarakat yang ingin turut serta dalam diskusi penting ini, dapat mengikuti Kajian Ekologi ISNU Bojonegoro setiap Jumat awal bulan melalui TikTok Live di akun @ruangprawoto.












