Usaha

Dekranas Pusat Kunjungi Bojonegoro, Dorong Perbanyak Pelatihan Batik Lokal

391
×

Dekranas Pusat Kunjungi Bojonegoro, Dorong Perbanyak Pelatihan Batik Lokal

Sebarkan artikel ini

Huluhilir.com – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Bidang Wirausaha Baru melakukan kunjungan ke Balai Budaya Masyarakat Samin di Desa Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (6/10/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2025 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yang bekerja sama dengan Dekranasda Kabupaten Bojonegoro.

Rombongan Dekranas disambut langsung oleh sejumlah tokoh lokal, termasuk Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono, Ketua Persit Kartika Candra Kirana Dina Dedy Dwi Wijayanto, serta penerus sesepuh Kampung Samin, Bambang Sutrisno.

Setibanya di Balai Budaya, Ketua dan Wakil Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas menerima simbol kehormatan berupa pengalungan selendang Jarik Ciut oleh Ketua Dekranasda Bojonegoro dan Ketua Persit Kartika Candra Kirana. Selendang ini memiliki makna filosofis mendalam di Kampung Samin, yaitu sebagai tanda penghormatan, penerimaan tamu dengan hati yang tulus, dan pemersatuan dengan memberikan status sebagai saudara atau bagian dari masyarakat Samin.

Baca Juga:   Bojonegoro Akan Mulai Proyek Swasembada Gula, Siapkan 5.000 Hektare Lahan Tebu

Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas, Metty Muhammad Herindra, menyampaikan terima kasih kepada Dekranasda Bojonegoro karena dinilai bergerak cepat dalam memanfaatkan peluang kerja sama dari Kemendikdasmen ini.

Metty menilai program PKW ini sangat positif dan mulia, khususnya bagi pelajar maupun anak muda yang belum melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Program ini bertujuan membekali mereka dengan keterampilan (skill) yang dapat menunjang pekerjaan sebelum mereka memasuki dunia kerja.

“Yang penting harus selalu semangat. Tidak ada yang tidak mungkin jika mau belajar dan berusaha. Pasti bisa. Ini adalah peluang bagus dari pemerintah dan hasilnya didukung oleh pemerintah daerah seperti batik Obor Sewu yang menjadi ikon baru dari masyarakat Samin,” tegas Metty, menekankan pentingnya semangat berwirausaha.

Baca Juga:   Jadwal dan Tempat Operasi Pasar Murah Bojonegoro

Mendorong Pengembangan Batik Lokal

Sementara itu, Ketua Dekranasda Bojonegoro, Cantika Wahono, menyambut baik pelaksanaan program PKW ini. Ia berharap program ini dapat membantu peserta mengembangkan potensi lokal, khususnya dalam motif batik.

Salah satu potensi yang dikembangkan adalah motif batik Obor Sewu. Motif ini kini telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sebagai seragam wajib bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab setiap hari Kamis minggu ketiga.

“Harapan kami dengan adanya pelaksanaan program PKW ini dapat membuka peluang usaha baru sehingga adik-adik kami di Bojonegoro yang lukusan SMA/SMK/setara dan belum lanjut ke pendidikan tinggi bisa mengembangkan keterampilannya melalui pelatihan PKW ini,” tambah Cantika.

Baca Juga:   Menulis Sejarah Lokal dengan Model Jurnalistik

Selain berdialog dengan istri dan anak Mbah Hardjo Kardi untuk mengenal lebih dekat masyarakat Samin, rombongan Dekranas Pusat juga berkesempatan menyaksikan langsung proses pembuatan batik motif Obor Sewu serta melihat kegiatan pelatihan program PKW yang berlangsung di Balai Budaya Samin.