Kabar

Lari Jadi Tren, Pemkab Bojonegoro Gelar Medhayoh Night Run

473
×

Lari Jadi Tren, Pemkab Bojonegoro Gelar Medhayoh Night Run

Sebarkan artikel ini
Menko PMK Pratikno memberangkatkan peserta/Foto: Bojonegorokab

Huluhilir.com – Malam akhir pekan di jantung Kota Bojonegoro, Sabtu (1/11/2025), menjelma menjadi panggung perayaan yang gemerlap. Ratusan warga tumpah ruah, mengubah jalanan menjadi lautan cahaya dalam balutan semangat kebersamaan melalui acara Medhayoh Night Run: Mlayu Bareng, Seneng Bareng.

Ajang lari malam ini digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-348, memadukan gaya hidup sehat dengan tradisi lokal. Titik start di Jl. Mastumapel, depan Pendopo Malowopati, dipadati peserta dari berbagai lapisan, mulai dari pelajar, komunitas lari, hingga masyarakat umum yang antusias menjajal dua kategori jarak: 5K dan 10K.

Pelepasan Penuh Semangat dari Menko PMK Pratikno

Puncak kemeriahan dimulai saat peserta kategori 10K dilepas langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno. Beliau didampingi oleh jajaran Pemkab Bojonegoro, termasuk Bupati Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, Ketua TP PKK Cantika Wahono, serta Forkopimda.

Baca Juga:   BWBF 2025, Membawa Batik Bojonegoro Menjadi Kebanggan Bersama

Pratikno, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk fun runyang menggabungkan olahraga dengan kesenangan. Ia berpesan agar para peserta berlari untuk mencapai tujuan, sembari menyisipkan humor tentang pentingnya menghadapi realitas. Menko PMK juga menutup pesan pelepasan dengan harapan agar acara ini menjadi simbol kebersamaan dan kesehatan bagi seluruh warga.

Menko PMK menyampaikan, ia berharap kegiatan ini menjadi momen yang mempererat kebersamaan dan meningkatkan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Beliau juga mengucapkan selamat atas Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro, mendoakan agar semua warga selalu sehat, aman, dan bahagia, sekaligus menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak.

Tak lama berselang, giliran Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang didampingi Forkopimda, melepas peserta kategori 5K. Malam itu dipenuhi energi positif, di mana gemerlap lampu, iringan musik, dan semangat pelari saling menular.

Menggali Keindahan Malam Bojonegoro

Medhayoh Night Run tidak hanya dirancang sebagai adu kecepatan, tetapi juga sebagai ruang hiburan dan kebersamaan. Selain penampilan DJ, panitia menyediakan undian hadiah, dan penghargaan untuk kostum paling unik.

Baca Juga:   Langkah Strategis Bojonegoro Tangani Sampah: Terbitkan SE Khusus

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menjelaskan bahwa pemilihan waktu malam hari sengaja dilakukan agar peserta dapat menikmati suasana damai dan gemerlap lampu kota Bojonegoro.

Arief Nanang Sugianto dari Dinpora menjelaskan bahwa rute lari juga dimeriahkan dengan kolaborasi bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, yang menyajikan hiburan berupa musik oklik khas Bojonegoro dan musik keroncong di beberapa titik.

Cerita Inspiratif Pelari Cilik Bermental Baja

Di tengah lautan pelari, muncul cerita inspiratif dari dua peserta muda.

Satria Manggala, pelari muda berusia 12 tahun asal Kauman, Bojonegoro, memancarkan senyum bangga setelah menjadi salah satu yang tercepat di kategori 5K. Ia ikut bersama empat temannya. Satria bercerita bahwa ia rutin berlatih tiga kali seminggu setelah pulang sekolah. Ia mengungkapkan rasa senangnya bisa berlari malam hari dan berhasil mencapai garis finish lebih dulu.

Baca Juga:   Rumah Warga Penerima Bansos di Bojonegoro Mulai Dipasangi Stiker Miskin

Semangat juang tinggi juga ditunjukkan oleh Nafeeza Joza, gadis 10 tahun asal Padangan, yang berhasil meraih juara ketiga kategori 10K putri. Nafeeza tampak sumringah saat menerima penghargaan.

Nafeeza mengakui bahwa awalnya ia sempat merasa cemas karena jarak tempuhnya cukup jauh, namun ia sangat senang bisa menyelesaikan lari dan mendapatkan juara. Gadis cilik ini menunjukkan disiplin luar biasa, dengan rutin berlatih setiap pagi dan sore hari, dan mengaku dukungan dari ayah dan ibunya menjadi penyemangat terbesar.

Keringat, tawa, dan sorak-sorai yang memenuhi malam Bojonegoro menjadi gambaran nyata dari semangat “Mlayu Bareng, Seneng Bareng”. Acara ini berhasil merayakan kesehatan, kebahagiaan, dan kebersamaan masyarakat dalam menyambut hari jadi Kabupaten Bojonegoro yang ke-348.