Huluhilir.com – Siti Rohmah (25) adalah seorang guru yang sehari-hari disibukkan dengan mengajar. Namun, di balik kesibukan itu, ia juga sukses menekuni dunia bisnis kuliner yang diberi nama Tabokki, yang ia jalankan dari rumahnya di Desa Beged, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, sejak tahun 2020.
Setelah lulus kuliah, Siti mengambil alih penuh dan serius menjalankan bisnis Tabokki. Nama “Tabokki” sendiri dipilih dengan trik sederhana: singkat dan mudah diingat.
Awalnya, “Ta” pada Tabokki merupakan singkatan dari “Tahu”, sementara “bokki” merujuk pada tteokbokki (kue beras khas Korea). Walaupun akhirnya ia tidak jadi menambahkan tahu pada menunya, nama itu tetap dipertahankan.
Apa itu Tabokki? Tabokki menjual tteokbokki, makanan khas Korea Selatan berupa kue dari tepung beras yang disajikan dengan kuah kental bercita rasa pedas. Selain itu, Siti juga menjual dimsum. Meski banyak jajanan serupa yang populer, Tabokki memiliki tempat tersendiri di hati pelanggannya.
Siti fokus melakukan promosi melalui media sosial dan memperkenalkan brand-nya secara langsung ke orang-orang. Untuk memperkuat brand, ia menambahkan jargon yang unik: “Rasanya Nabok Banget”.
“Terus promosi saja di sosial media, dikenalkan ke orang-orang… Saya tambahi jargon (Rasanya Nabok Banget) begitu deh,” papar Siti, menjelaskan kunci membangun citra Tabokki yang menarik dan mudah diingat.
Melalui kegigihan dan nama brand yang catchy, Siti membuktikan bahwa kesibukan mengajar tidak menghalangi dirinya untuk sukses merintis bisnis kuliner khas Korea dari rumah di Bojonegoro.












