Huluhilir.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro resmi mematangkan rencana revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas perkembangan pasar yang kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat ekonomi, tetapi juga ruang silaturahmi antarwarga. Transformasi ini diproyeksikan akan menciptakan ruang publik yang lebih bersih, sehat, dan representatif.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Achmad Gunawan, menjelaskan bahwa pembangunan kembali pasar yang terletak di tepian Bengawan Solo ini mengedepankan prinsip humanis. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 80 miliar, pasar lama akan dirombak menjadi gedung tiga lantai yang modern namun tetap inklusif.
Konsep Gedung dan Fasilitas
Rencana pembangunan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern tanpa mencabut akar tradisionalnya. Berikut adalah pembagian zonasi pada gedung baru:
- Lantai 1 & 2: Area khusus kios pedagang yang ditata rapi, memiliki pencahayaan yang terang, dan didesain bebas kumuh.
- Lantai 3: Fasilitas penunjang berupa sarana olahraga dan kantor KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia).
“Fokus kami adalah menghadirkan tempat yang bersih dan nyaman, sehingga baik penjual maupun pembeli bisa bertransaksi dengan hati yang senang,” ujar Achmad Gunawan dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).
Mengutamakan Kesejahteraan Pedagang
Modernisasi ini dipastikan tetap merangkul para pedagang lama. Melalui fasilitas yang lebih baik, diharapkan daya tarik pasar meningkat sehingga mampu mendongkrak kesejahteraan keluarga pedagang.
Sebagai bentuk komitmen terhadap aspirasi warga, Pemkab telah melakukan musyawarah mufakat dengan para pedagang sejak Agustus 2025. Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, bersama dinas terkait guna memastikan konsep pembangunan sesuai dengan harapan para pengguna pasar.
“Revitalisasi ini adalah bentuk penghormatan kami kepada para pejuang ekonomi keluarga. Kami ingin pasar kebanggaan kita ini menjadi wajah Bojonegoro yang modern namun tetap ramah,” tambah Gunawan.
Pengerjaan fisik proyek ini akan dikoordinasikan oleh Dinas PKP Cipta Karya dan dijadwalkan mulai berjalan sepenuhnya pada tahun 2026. Proyek ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi kemajuan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bojonegoro.












