Huluhilir.com – Ikon pusat kota, Alun-Alun Bojonegoro, dipastikan akan tampil dengan wajah baru pada tahun 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp28 miliar untuk merevitalisasi kawasan tersebut agar menjadi ruang publik yang lebih modern, fungsional, dan nyaman bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro, Satito Hadi, menjelaskan bahwa proyek ini bukan merupakan pembongkaran total, melainkan penataan ulang strategis. Langkah ini diambil sesuai dengan arahan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah untuk mempercantik estetika kota tanpa menghilangkan peran sosial-ekonomi warga lokal.
“Alun-alun adalah wajah kota. Fokus kami adalah menjadikannya lebih representatif. Kita akan menata ulang agar lebih ideal bagi pengunjung yang ingin bersantai maupun melakukan aktivitas sosial,” ujar Satito Hadi, Senin (19/01/2026).
Menjaga Nilai Historis dan Integrasi Kawasan
Satu hal yang menjadi perhatian utama dalam perencanaan ini adalah menjaga keseimbangan antara modernitas dan nilai sejarah. Penataan dilakukan secara komprehensif agar tetap harmonis dengan bangunan-bangunan ikonik di sekitarnya, yaitu:
Masjid Agung Darussalam, Pendopo Malowopati, Pasar Kota Bojonegoro
Selain aspek estetika, pembangunan ini menyasar pada perbaikan fungsi ruang publik yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, di antaranya:
1. Sentralisasi Pedagang Kaki Lima (PKL): Penataan agar lebih tertib dan menarik tanpa mematikan ekonomi kerakyatan.
2. Manajemen Lahan Parkir: Penyediaan kantong parkir yang lebih teratur untuk mengurangi kemacetan di area sekitar.
3. Penguatan RTH: Optimalisasi Ruang Terbuka Hijau demi menjaga kualitas udara dan menyediakan ruang sehat bagi publik.
Proses panjang revitalisasi ini sejatinya telah dimulai pada tahun 2025 melalui penyusunan Masterplan (rencana induk strategis) yang mencakup visi pengembangan jangka panjang, tata ruang, hingga infrastruktur pendukung.
Setelah tahap perencanaan rampung, pengerjaan fisik di lapangan diproyeksikan akan mulai dilaksanakan pada pertengahan tahun 2026. Pemkab berkomitmen untuk memantau ketat proses pengerjaan agar fungsi alun-alun tetap dapat dirasakan manfaatnya selama masa perbaikan berlangsung. “Kami memohon dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar proses penataan ini berjalan lancar demi kenyamanan kita bersama,” pungkas Satito.












