Kabar

Jalan Membelah Sawah di Bojonegoro: Suasana Segar, Asri, dan Jadi Poros Baru Ekonomi

273
×

Jalan Membelah Sawah di Bojonegoro: Suasana Segar, Asri, dan Jadi Poros Baru Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Jalan membelah sawah/Sumber: Bojonegorokab.go.id

Huluhilir.com – Hamparan hijau padi di wilayah utara Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, kini tampak seperti permadani alam yang menenangkan. Di tengah panorama asri tersebut, sebuah jalan cor beton kini membentang membelah persawahan, menjadi akses vital sekaligus wajah baru kemajuan desa.

Jalan tersebut bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol harapan warga Desa Mulyoagung dalam menata ekonomi yang lebih cerah. Proyek strategis ini merupakan buah dari program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 yang diterima oleh Pemerintah Desa Mulyoagung.

Akses jalan sepanjang 1.886,5 meter yang dulunya sulit dilalui—terutama saat musim penghujan—kini disulap menjadi jalur mulus yang memanjakan mata. Pembangunan senilai Rp4,6 miliar ini tersebar di wilayah RT 1, 8, 10, dan 11, menghubungkan Desa Mulyoagung dengan Desa Bogo.

Baca Juga:   Lestarikan Seni Tradisi, PPKD Bojonegoro Akan Gelar Launching HKI Oklik

Tak hanya antar-desa, jalur ini juga menjadi akses strategis menuju pusat kota Bojonegoro melalui Jalan Veteran. Bagi warga yang melintas, rute ini menawarkan perjalanan yang menyegarkan di antara semilir angin sawah, jauh dari hiruk-pikuk polusi.

Kepala Desa Mulyoagung, Abdi Nugroho, mengungkapkan bahwa pembangunan ini dirancang dengan visi estetika dan fungsional.

“Kami ingin pembangunan ini tidak hanya fungsional, tapi juga membawa semangat baru bagi warga. Melihat jalan yang rapi di tengah sawah yang hijau memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat kami,” ujar Abdi.

Bagi warga setempat, proyek yang ditargetkan rampung pada 15 Maret 2026 ini adalah jawaban dari penantian panjang. Dampak ekonomi yang paling nyata dirasakan oleh para petani. Dengan jalan yang mulus, biaya angkut hasil panen menjadi jauh lebih murah karena kendaraan pengangkut kini bisa masuk langsung ke area persawahan.

Baca Juga:   Sentuhan Modern Rp28 Miliar, Alun-Alun Bojonegoro Siap Jadi Ruang Publik Terintegrasi

Selain sektor pertanian, akses menuju layanan publik seperti fasilitas kesehatan dan sekolah di kota kini terasa lebih dekat. Menariknya, jalur ini juga mulai difungsikan sebagai jalur alternatif untuk mengurai kemacetan di jalur utama menuju kota Bojonegoro.

Pengerjaan fisik yang sudah dimulai sejak akhir Oktober 2025 ini diharapkan menjadi warisan yang berkelanjutan. Abdi Nugroho sangat optimis bahwa kelancaran akses adalah kunci utama kesejahteraan petani.

“Kami berharap keindahan dan manfaat jalur yang sedang dibangun ini dapat dijaga bersama oleh seluruh masyarakat. Ini bukan sekadar sarana lewat, melainkan simbol gotong royong dan kemajuan desa kami,” pungkasnya.