HHULUHILIR.COMPemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal dengan memindahkan tanah makam leluhur masyarakat Samin, Mbah Samin Surosentiko, dari Sawahlunto, Sumatera Barat ke Bojonegoro.
Proses pemindahan telah dilakukan pada 20 Februari 2024, diawali dengan serah terima tanah makam dari Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto kepada ahli waris Mbah Samin Surosentiko. Acara ini disaksikan oleh karyawan dan karyawati Pemkab Bojonegoro.
Pj Bupati Adriyanto mengungkapkan bahwa pemindahan ini memiliki nilai spiritual dan budaya yang tinggi.
Nilai-nilai luhur yang diajarkan Mbah Samin, seperti kejujuran, kesabaran, semangat pantang menyerah, dan penerimaan, dapat menjadi pedoman hidup bagi masyarakat Bojonegoro.
Pemindahan ini diharapkan dapat memperkaya budaya Bojonegoro dan menjadi daya tarik wisata baru. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata diharapkan dapat mengembangkan dan melestarikan budaya Samin.
Sekretaris Daerah Bojonegoro Nurul Azizah menjelaskan bahwa proses pemindahan ini telah dirintis sejak lama.
Persetujuan penuh untuk mengambil dan menggali makam Mbah Samin Surosentiko diperoleh pada 17 Februari 2024.
Mbah Samin Surosentiko, yang lahir di Blora pada tahun 1859 dan wafat di Sawahlunto pada tahun 1914, memiliki banyak pengikut di Bojonegoro, salah satunya di bawah kepemimpinan Mbah Hardjo Kardi di Kecamatan Margomulyo.
Pemindahan tanah makam Mbah Samin Surosentiko merupakan langkah nyata Pemkab Bojonegoro dalam menghormati leluhur, melestarikan budaya lokal, dan memperkaya khazanah budaya Bojonegoro.












