Usaha

Pantau Harga Kebutuhan Pokok Jelang Ramadhan

24
×

Pantau Harga Kebutuhan Pokok Jelang Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Petugas saat sidak di pasar kota Bojonegoro/Foto: Bojonegorokab

Huluhilir.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Satuan Tugas (Satgas) Gabungan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bojonegoro bergerak cepat memastikan stabilitas harga dan pasokan pangan. Tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kota Bojonegoro, Senin pagi (09/02/2026).

Langkah responsif ini diambil untuk memantau langsung pergerakan harga bahan pokok penting (bapokting) di lapangan serta memastikan ketersediaan stok aman bagi masyarakat.

Tim gabungan yang turun ke lokasi terdiri dari berbagai unsur, antara lain Polres Bojonegoro (Satgas Pangan), Perum Bulog, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Peternakan dan Perikanan, DPMPTSP, Bagian Perekonomian, serta Dinas Komunikasi dan Informatika. Mereka menyisir satu per satu los pedagang di pasar tersebut.

Baca Juga:   Lestarikan Warisan Budaya: Tanah Makam Mbah Samin Surosentiko Kembali ke Bojonegoro

Fokus utama pantauan kali ini tertuju pada dua komoditas yang tercatat mengalami lonjakan harga cukup signifikan, yakni daging ayam dan cabai rawit.

Berdasarkan temuan di lapangan, harga daging ayam kini merangkak naik ke angka Rp 40.000 per kilogram. Padahal sebelumnya, harga komoditas ini terpantau stabil di kisaran Rp 35.000 per kilogram.

Sumarmi, salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Kota Bojonegoro, menjelaskan bahwa kenaikan harga ini dipicu oleh tingginya permintaan pasar yang datang secara bersamaan dalam beberapa waktu terakhir.

“Permintaan melonjak drastis karena saat ini masuk musim tradisi Megengan. Selain itu, permintaan untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga sangat tinggi. Ini yang membuat stok di tingkat pedagang sangat cepat terserap,” ungkap Sumarmi.

Baca Juga:   Lowongan Tenaga Pendamping BUM Desa di Bojonegoro, Daftar Segera

Kondisi serupa terjadi pada komoditas cabai rawit. Harga bumbu dapur pedas ini melonjak tajam menyentuh kisaran Rp 75.000 hingga Rp 80.000 per kilogram.

Arya, pedagang cabai setempat, mengeluhkan minimnya hasil panen dari petani akibat faktor cuaca buruk yang melanda daerah penghasil. Hal ini menjadi penyebab utama tersendatnya pasokan ke pasar.

“Barangnya susah didapat. Kalau pasokan dari petani tersendat karena cuaca, harga otomatis naik. Harapan kami cuaca segera membaik supaya perputaran modal kami sehat dan pembeli tidak merasa berat,” tuturnya.

Meskipun sidak dilaksanakan di tengah suasana gerimis, koordinasi antar instansi tetap berjalan baik. Kegiatan ini diharapkan mampu memastikan masyarakat Bojonegoro nantinya dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan tenang tanpa terbebani oleh lonjakan harga pangan yang ekstrem.