HijauKabar

200 Tukang Becak Bojonegoro Segera Beralih ke Becak Listrik

103
×

200 Tukang Becak Bojonegoro Segera Beralih ke Becak Listrik

Sebarkan artikel ini
Becak Listrik/Sumber: Bojonegorokab

Huluhilir.com – Wajah transportasi tradisional di Bojonegoro bersiap memasuki era baru. Sebanyak 200 tukang becak yang berasal dari 28 kecamatan di seluruh wilayah Bojonegoro akan segera beralih menggunakan teknologi ramah lingkungan melalui bantuan unit becak listrik.

Program ini merupakan inisiatif langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk kepedulian terhadap para penarik becak tradisional.

Pada Senin (9/3/2026), suasana di Taman Evakuasi Bahagia (Ebaga), Kecamatan Trucuk, tampak lebih ramai dari biasanya. Ratusan penarik becak berkumpul bukan hanya untuk mendapatkan bantuan, tetapi juga menjalani cek kesehatan gratis (CKG) dan sosialisasi mengenai pengoperasian unit baru mereka.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang hadir langsung di lokasi menegaskan bahwa bantuan ini memiliki nilai personal yang mendalam. Menurutnya, unit becak listrik tersebut merupakan bantuan murni dari Prabowo Subianto yang menggunakan dana pribadi.

Baca Juga:   Anggrek Larat Hijau: Harta Karun Tersembunyi Hayati Bojonegoro

“Di masa tuanya, Bapak Prabowo ingin memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia, terutama para penarik becak tradisional yang sudah berumur namun tetap bekerja keras,” ungkap Nurul Azizah di hadapan para penerima manfaat.

Becak listrik ini dirancang khusus untuk memodernisasi cara kerja penarik becak onthel lanjut usia agar tidak lagi menguras banyak tenaga fisik. Dimas Ramdana, Koordinator Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Jawa Timur, memaparkan keunggulan teknologi yang disematkan pada setiap unit seharga Rp 22 juta tersebut:

– Kecepatan Maksimal: Mampu melaju hingga 20 km/jam.

– Jarak Tempuh: Sekali pengisian daya (cas) penuh dapat menempuh jarak sekitar 50 km, tergantung beban dan kondisi jalan.

Baca Juga:   Bojonegoro Institute Inisiasi Forum MSP, Rumuskan Tata Kelola Dana Abadi Pendidikan

– Ramah Lingkungan: Menggunakan tenaga listrik sepenuhnya, sehingga bebas emisi gas buang.

Dengan spesifikasi ini, para penarik becak diharapkan dapat meningkatkan produktivitas harian dan lebih mampu bersaing dengan layanan ojek online (ojol) yang kian marak.

Setelah mendapatkan pelatihan singkat mengenai cara mengendarai unit yang memiliki karakteristik berbeda dengan becak kayuh, para tukang becak melakukan konvoi bersama menuju Pendopo Pemkab Bojonegoro.

Kegiatan ini merupakan rangkaian awal sebelum agenda utama, yakni serah terima unit secara resmi yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (10/3/2026) oleh Wakil Ketua GSN.

Kehadiran becak listrik ini diharapkan tidak hanya menjadi alat transportasi baru, tetapi juga menjadi simbol penghargaan bagi para pejuang nafkah di jalanan Bojonegoro.