Kabar

Warga ​Keluhkan Sikap Nakes Puskesmas Kepohbaru, Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Buka Suara

34
×

Warga ​Keluhkan Sikap Nakes Puskesmas Kepohbaru, Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Buka Suara

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

BOJONEGORO — Pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bojonegoro kembali mendapat sorotan tajam. Sebuah unggahan keluhan dari seorang warga berinisial LMS menjadi viral di media sosial setelah dirinya mengaku mendapat perlakuan buruk dan tidak ramah dari oknum tenaga kesehatan (nakes) saat mengantar ibunya mengurus surat rujukan di Puskesmas Kepohbaru pada Rabu (14/10/2026) pagi.

​Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB tersebut memicu keprihatinan publik. Pasalnya, pelapor yang juga berlatar belakang pendidikan kesehatan mengaku perlakuan tidak mengenakkan tersebut dialami oleh ibunya yang merupakan seorang lansia.

Dalam unggahan kronologinya, LMS menceritakan bahwa ia mendatangi Puskesmas Kepohbaru secara baik-baik untuk menanyakan prosedur penerbitan surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) ke rumah sakit tempat ibunya biasa berobat.

Baca Juga:   Bagaimana Merawat Telinga yang Benar? Ini Tips dari Dokter RSUD Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro

​Namun, saat berinteraksi dengan salah satu oknum perawat berinisial SN, LMS mengaku menerima respons yang sangat tidak menyenangkan. Oknum nakes tersebut dinilai bersikap kurang ramah, memotong pembicaraan dengan nada tinggi, dan enggan memberikan penjelasan secara profesional.

​”Saya datang bukan sebagai nakes, tetapi sebagai masyarakat awam yang mengantar ibu saya. Sangat wajar saya bertanya alur rujukan karena saya baru pulang bekerja dari luar negeri dan belum tahu prosedur terbarunya,” ungkap LMS dalam tulisan keluhannya.

LMS menambahkan, ibunya yang telah lansia sebelumnya juga sering mengeluhkan sikap nakes di tempat tersebut yang kerap berbicara kasar dan bernada membentak. Keluhan ini memuncak ketika oknum nakes justru menunjukkan sikap tidak memuaskan saat ditanyai kembali mengenai kejelasan proses rujukan.

Baca Juga:   Angling Dharma Bojonegoro, Punya Petilasan yang Indah dan Sarat Sejarah!

​Ia berharap adanya ketegasan dan evaluasi menyeluruh dari pihak berwenang agar praktik pelayanan yang buruk dan membedakan pasien tidak dinormalisasi.

Menanggapi aduan masyarakat yang ramai di media sosial tersebut, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, yang membidangi sektor kesejahteraan rakyat dan kesehatan memberikan respons tegas.

​Pihaknya menyayangkan masih adanya oknum nakes di fasilitas kesehatan publik yang bertindak kurang simpatik dan tidak profesional kepada pasien maupun keluarga pasien.

​”Sangat disayangkan sekali. Tenaga kesehatan yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan yang ramah, empati, dan menenangkan masyarakat, justru bertindak demikian. Pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan, wajib mengedepankan keramahan dan etika,” ujar Ahmad Supriyanto saat dikonfirmasi.

Baca Juga:   Rest Area Nyaman hingga Jalur Alternatif Bagi Pemudik yang Lewat Bojonegoro

Guna menindaklanjuti keluhan tersebut secara konkret, Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro menegaskan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro.