UNICEF atau United Nations Children’s Fund, atau Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa banyak membantu warga dunia. Tak terkecuali di Indonesia.
UNICEF dibentuk pada 11 Desember 1946 untuk membantu anak-anak di wilayah Eropa, Tiongkok, dan Timur Tengah yang porak poranda akibat perang. UNICEF mulai berkiprah di Indonesia pada tahun 1948. Program pertama kami adalah bantuan darurat untuk mencegah kelaparan di Pulau Lombok.
UNICEF juga mempunyai konsen pada masalah obesitas. Dikutip dari laman Unicef.org, UNICEF menjelaskan bahwa makanan tidak sehat yang tinggi lemak, gula, dan garam adalah penyebab utama malnutrisi. Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 memperkirakan satu dari tiga orang dewasa, satu dari lima anak berusia 5-12 tahun, dan satu dari tujuh remaja berusia 13-18 tahun di Indonesia mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Kondisi obesitas memiliki konsekuensi berat terhadap anak, termasuk diabetes dini dan tekanan darah yang tinggi. Juga berdampak pada masalah psikososial terkait stigma dan perundungan oleh anak lain. Selain itu capaian pembelajaran yang lebih rendah.
Anak-anak dengan berat badan berlebih dan yang mengalami obesitas juga lebih berisiko mengalami berbagai bentuk penyakit tidak menular namun mengancam nyawa saat dewasa kelak. Misalnya, penyakit jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker.












