Bojonegoro punya banyak potensi. Daerah penghasil minyak dan gas bumi ini juga dikenal dengan potensi kayu jati yang sudah dikenal kualitasnya sejak era Kerajaan jauh sebelum Indonesia merdeka. Oleh karena itu potensi-potensi yang ada dijadikan motif batik daerah.
Batik Bojonegoro atau disebut juga Batik Jonegoroan dapat digolongkan dalam batik kontemporer. Batik Jonegoroan memang baru dipopulerkan sekitar tahun 2000-an. Motifnya lebih banyak terinspirasi dari alam sekitarnya, terutama tumbuh-tumbuhan yang menggambarkan kesuburan daerah di Bojonegoro.
Salah satu motif batik bernama Rancak Thengul. Pasalnya di Bojonegoro dikenal wayang thengul. Wayang thengul merupakan salah satu kesenian tradisional khas yang hidup dan berkembang di Kabupaten Bojonegoro. Thengul (bhs.jawa) mengandung arti seperangkat Rancak Thengul sebagai warisan kesenian tradisional di Kabupaten Bojonegoro akan selalu terjaga eksistensinya, menjadi ikon Bojonegoro
Berikut nama-nama motif batik Jonegoroan:
Jagung Miji Emas
Parang Lembu Sekar Rinambat
Mliwis Mukti
Rancak Thengul
Gatra Rinonce
Sekar Jati
Sata Ganda Wangi
Parang Dahana Mungal
Pari Sumilak












