Scroll untuk baca artikel
HeadlineWisata

Pesona kebun durian Klino, agrowisata hits di lereng pegunungan Pandan

1620
×

Pesona kebun durian Klino, agrowisata hits di lereng pegunungan Pandan

Sebarkan artikel ini

jenis durian lokal yang khas

Sumber: klino-bjn.desa.id/

Mengupas keindahan dan kekayaan yang ada di Kabupaten Bojonegoro memang tidak ada habisnya. Mulai dari ragam budaya, kebiasaan sosial, keunikan penduduk, hingga beragam kekayaan alam dan kandungan mineral yang melimpah.

Jika di wilayah Bojonegoro bagian utara banyak taman, seperti Taman Pinggir Nggawan, Taman Mumbul di Kalianyar, maka di Bojonegoro bagian selatan juga punya banyak pesona wisata. Salah satunya adalah agrowisata, yakni petik buah durian di Desa Klino, Kecamatan Sekar.

Desa Klino

Cukup aktif dan kreatif dalam mempromosikan desa lewat jagat dunia maya. Desa Klino, terletak di ketinggian 400 meter di atas permukaan laut, Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro.

Menyuguhkan suasana pegunungan dengan udara yang segar dan sejuk, anda dapat mengunjungi Desa ini dengan menempuh jarak 49 kilometer dari pusat kota Bojonegoro yang dapat anda tempuh selama 1,5 jam ke arah Dander-Temayang-Gondang-Sekar dengan kondisi jalan yang kini sudah sangat baik.

Baca Juga:   Pesona wisata Atas Angin di Deling, melihat hamparan alam dari atas

Hamparan sawah yang luas dengan hutan jati yang cukup rindang, akan menemani anda dalam sepanjang perjalanan menuju Desa Klino.

Durian dan sektor perkebunan

Sumber: kominfo.jatimprov.go.id/

Berada di lereng gunung Pandan, Desa Klino memiliki tanah yang cukup subur hingga mampu ditumbuhi tanaman secara baik seperti bawang merah, porang, bunga krisan hingga durian.

Siapa sangka durian yang biasanya hanya bisa tumbuh dan berkembang di dataran yang dingin, mampu dibudidayakan di daerah Bojonegoro dengan cuaca yang cukup panas dan kering ini.

Dikutip dari laman Bojonegorokab.go.id pohon dengan buah yang cukup lebat ini berada di salah satu kebun milik warga sekitar bernama Mbah Datrap. Beliau yang menjadi inisiator buah durian di Desa Klino.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, DPKP Imam Nur Hamid menyampaikan bahwa kebun durian di Desa Klino punya sekitar 40 pohon. Sekitar 20 pohon sudah berbuah dan sebagian besar berbuah lebat.

Baca Juga:   3 Sentra kerajinan kayu jati di Bojonegoro, ukir Sukorejo jadi primadona

Terdapat 3 pohon durian yang berusaia cukup tua berkisar 85, 100 dan 150 tahun yang menjadi cikal bakal masyarakat mengembangkan pohon durian di desa tersebut.

Cita rasa dan panen buah durian

Hingga kini masih dilakukannya tahap observasi mengenai janis atau verietes buah durian yang masih belum diketahui secara pasti. Namun durian ini memiliki cita rasa yang khas dengan daging tebal dan rasa manis dan legit tak kalah dengan jenis buah durian ternama yang ada.

Dikutip pada laman Klino-bjn-desa.id, pada 22 Januari 2022 Bupai Bojonegoro Hj. Anna Muawannah mengikuti secara langsung acara panen buah langsung dari pohon durian yang berusia 150 tahun tersebut. Bersama dengan OPD dan jajaranya beliau menikmati buah durian Desa Klino di plataran Sendang Sumber Bandung Dusun Kedaton Desa Klino.

“Durian ini saya kasih nama durian Mugit ya, mungil dan legit” ucap beliau dalam acara tersebut.

Baca Juga:   Wisata Banyu Kuning, sensasi mandi air hangat di lereng pegunungan pandan 

Durian lokal Klino yang berusia 150 tahun ini memang tergolong dalam ukuran kecil, dengan diameter kurang lebih 15 cm. Durian lokal Klino ini memiliki tekstur yang lembut, punel, dan rasa yang manis dengan kandungan cukup tinggi.

Pengembangan Durian Desa Klino

Dalam sebuah video yang dikutip dari akun youtube Desa Klino Official, Kepala Desa Klino Dwi Nurjayanti sedang menunjukan beberapa jenis tanaman buah durian yang di tanam pada tanah kas desa setampat.

Dari beberapa jenis buah durian masyarakat desa bersama pemerintah desa Klino sedang mengembangan varites diantaranya musang king, bawor, dan ada durian lokal yang telah berbunga bahkan berbuah. Diharapkan nantinya bisa meenjadikan sentra wisata petik buah durian di Kabupaten Bojonegoro.