Kabar

Belajar ke Yoso Farm di Klaten, Bojonegoro Bikin Paket Ayam Petelur untuk Warga Prasejahtera

473
×

Belajar ke Yoso Farm di Klaten, Bojonegoro Bikin Paket Ayam Petelur untuk Warga Prasejahtera

Sebarkan artikel ini

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi keluarga prasejahtera. Salah satu langkah inovatif yang kini tengah dikembangkan adalah Program Paket Ayam Petelur Unggul, sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.

Program ini diadopsi dari Yoso Farm di Klaten, yang telah sukses membantu masyarakat meningkatkan taraf hidup melalui budidaya ayam petelur. “Agar warga mendapatkan gizi yang cukup dan ekonomi masyarakat tumbuh, kita akan memulai program budidaya ayam petelur unggul di Bojonegoro. Kami mengadopsi inovasi dari Yoso Farm di Klaten. Insya Allah, kita akan bagikan paket kandang, ayam, dan pakan di beberapa titik percontohan,” ujar Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono.

Mengapa Program Ini Dibutuhkan?

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro tahun 2024, sebanyak 11,69% warga masih tergolong prasejahtera, dengan 9.400 kepala keluarga masuk kategori kemiskinan ekstrem. Kondisi ini menuntut adanya program berkelanjutan yang tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Program Paket Ayam Petelur Unggul dirancang untuk memberikan manfaat ganda. Selain sebagai sumber pangan bergizi, program ini juga memberikan peluang usaha bagi keluarga prasejahtera agar mereka dapat memperoleh penghasilan tambahan secara mandiri.

Apa yang Diberikan dalam Program Ini?

Setiap penerima manfaat akan mendapatkan:

  • Lima ekor ayam petelur unggul (empat betina dan satu jantan)
  • Kandang sederhana berukuran 3,5 m x 1 m x 1 m
  • Pakan awal untuk mendukung keberlanjutan produksi telur
Baca Juga:   Petani Bojonegoro Terima Bantuan Alsintan untuk Modernisasi Pertanian

Desain kandang dibuat dengan sirkulasi udara yang baik, memastikan kesehatan ayam tetap terjaga dan produktivitasnya meningkat. Selain itu, kandang dibuat dari bahan kokoh yang mudah dibersihkan, sehingga lebih higienis dan meminimalkan risiko penyakit.

Uji Coba di Beberapa Lokasi

Sebagai tahap awal, program ini akan diuji coba di beberapa wilayah percontohan. Keberhasilan tahap ini akan menjadi dasar untuk memperluas program ke lebih banyak daerah. Pemkab Bojonegoro berharap, dengan adanya program ini, masyarakat tidak hanya memperoleh akses terhadap protein berkualitas dari telur dan daging ayam, tetapi juga mendapatkan sumber pendapatan yang berkelanjutan.

Pemkab juga menekankan bahwa program ini bukan sekadar bantuan jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Warga diharapkan dapat aktif menjaga dan mengembangkan bantuan yang diberikan, sehingga program ini bisa berjalan secara berkelanjutan.

Baca Juga:   Bupati Bojonegoro Ajak Peserta Musrenbang Belanja Langsung di UMKM Lokal

“Harapannya, ikhtiar kita ini dapat turut memenuhi kebutuhan protein masyarakat dengan telur dan daging berkualitas, serta mendorong kemandirian ekonomi untuk keluarga prasejahtera,” tegas Bupati Wahono.