Kabar

Bojonegoro Siap Kembangkan Irigasi Bengawan Solo dengan Pompa Bertenaga Listrik  

591
×

Bojonegoro Siap Kembangkan Irigasi Bengawan Solo dengan Pompa Bertenaga Listrik  

Sebarkan artikel ini
Bojonegoro Siap Kembangkan Irigasi Bengawan Solo dengan Pompa Bertenaga Listrik

Huluhilir.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengambil langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi irigasi pertanian dengan mendorong konversi dari penggunaan pompa air diesel ke pompa listrik. Inisiatif ini bertujuan untuk menekan biaya operasional petani, meningkatkan efektivitas pengairan sawah di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo, serta mengurangi dampak lingkungan akibat emisi bahan bakar fosil. Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyatakan bahwa inovasi ini akan direalisasikan secara bertahap di 13 kecamatan dengan menggandeng PLN, kelompok tani, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Langkah konkretisasi program ini ditunjukkan melalui kerja sama Pemkab Bojonegoro dengan PLN (Perusahaan Listrik Negara) UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan) Bojonegoro. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan akses listrik yang lebih mudah bagi petani, di mana PLN UP3 Bojonegoro menawarkan mekanisme penyambungan jaringan yang lebih fleksibel tanpa biaya tambahan untuk perangkat seperti trafo, serta memperkenalkan sistem prabayar untuk irigasi sawah. Sebagai pembanding, penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Irigasi dan Drainase (2018) oleh Universitas Brawijaya menunjukkan bahwa irigasi berbasis pompa listrik dapat mengurangi biaya operasional hingga 30% dibandingkan dengan pompa diesel, selain juga berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca.

Lebih lanjut, Pemkab Bojonegoro akan melakukan studi banding ke Kabupaten Ngawi untuk mempelajari praktik terbaik implementasi irigasi listrik yang telah berhasil diterapkan di daerah lain. Koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo juga akan diintensifkan untuk menyesuaikan prosedur pengambilan air irigasi sesuai dengan regulasi yang berlaku. Aspek teknis seperti luas lahan pertanian, kebutuhan daya listrik, serta skema pendanaan awal bagi petani akan dikaji secara mendalam. Sosialisasi mengenai manfaat konversi ini juga akan menjadi prioritas agar petani memahami keuntungan dari sistem irigasi berbasis listrik.

“Untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya operasional petani, kita mendorong konversi irigasi pertanian dari pompa diesel ke pompa listrik di wilayah sekitar aliran Sungai Bengawan Solo. Secara bertahap, inovasi ini akan direalisasikan di 13 kecamatan dengan dukungan PLN, kelompok tani, dan BUMDes,” tegas Bupati Wahono. Identifikasi kelompok tani yang siap untuk melakukan percepatan konversi akan menjadi fokus utama. Setelah tahap peresmian, nota kesepakatan antara Pemkab Bojonegoro dan PLN UP3 Bojonegoro akan ditandatangani sebagai wujud komitmen bersama dalam mendukung sistem irigasi yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan, demi mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan di Bojonegoro.(Sumber diolah dari Bojonegorokab.go.id)