Huluhilir.com – Di Bojonegoro, jajanan polo pendem atau umbi-umbian, sedang ngetrend. Salah satunya, adalah Polo Pendem Kukus 6 (enem) (dibaca dengan loghat Bojonegaran seperti wek-em). Bagi Anda yang senang jogging sore di seputar Stadion Letjen H Soedirman, pasti akan bertemu.
Parto Sasmito, selaku owner Polo Pendem Kukus 6 mengatakan, ia bersama istri memulai bisnis kukusan tersebut sejak Juli 2025. Itu bermula karena sang istri selalu makan umbi-umbian sebagai pengganti nasi untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat.
“Saat puasa itu kami pesan di orang, tapi setelah lebaran orangnya sudah tidak jualan. Nah, dari situ kami mulai belajar, bikin usaha kukusan biar kalau pingin makan tinggal makan,” ucap Parto, yang berbagi cerita melalui live Instagram Mastumapel Forum, Sabtu (18/10).
Bisnis makanan sehat ini tidak hanya menjual pala pendhem, tapi juga hasil pertanian lokal lainnya seperti labu kuning atau waluh, jagung, kedelai, atau edamame, dan ada juga telur. Oleh karena itu, nama usahanya ada tambahan Jajanan Sehat dan Polo Pendhem 6. “Percuma kita punya konsep yang wah, tapi tidak pernah dilakukan,” begitu ia berbagi tips.
Dari motivasi itulah Parto bersama istri memulai usaha kukusan dengan apa yang bisa dilakukan lebih dulu, alat-alatnya bisa dilengkapi sambil jalan, ilmu dan masukan dari pembeli bisa dipelajari dalam proses berjualan. “Beberapa kali ada masukan dari customer, telurnya terlalu matang, bisa dikurangi waktu memasaknya. Ubinya ada yang reques dikupas untuk mengetahui busuk tidak, kami kupas. Supaya pelanggan itu tidak langsung pergi, tapi bertahan dan jadi langganan,” terang Parto.
Meski terbilang cukup muda untuk usia bisnis makanan, usaha ini sudah banyak menerima pesanan. Mulai dari kemasan kecil Rp 5.000 sampai yang berukuran besar seperti tumpeng pala pendhemdengan wadah talam maupun tampah.
Pemesanan bisa dilakukan maksimal h-1. Meski begitu, Parto juga menyanggupi pemesanan h-3 jam, tapi dengan jenis menu seadanya. Bahkan jika pelanggan ingin include dengan kopi dan teh, Parto juga bisa menyediakan.
Dukung Pangan Lokal
Hasil bumi dari tanah Bojonegoro yang subur disajikan Parto dalam bentuk kukusan bukan rebusan agar nutrisinya tetap lebih banyak. Ia mendapat bahan baku dari pedagang-pedagang pasar, beberapa ia dapat langsung dari petani lokal.
Ia juga memulai menanam sendiri di ladang meski belum tampak hasilnya. “Baru satu bulan menanam, jadi belum tampak apa-apa.”
Melalui bisnis ini yang gencar disiarkan Parto di akun Instagram @polopendem6, ia mengedukasi masyarakat Bojonegoro untuk turut serta mengonsumsi pangan lokal. Selain mendukung para petani, mereka juga mendukung para pengrajin besek dan tampah yang digunakan wadah kukusan.
Menariknya, ternyata warga Bojonegoro sudah banyak yang menyadari dan melakukan hal-hal tersebut, terbukti dari larisnya kukusan. “Kalau anak-anak belum begitu banyak yang mengonsumsi. Kebanyakan itu anak muda dan orang tua. Habis gym atau lari gitu beli kukusan. Atau ada yang pulang kantor ke sini cuman mau beli kukusan.”
Tidak hanya itu, beberapa instansi juga sudah menerapkan suguhan pala pendhem kukus untuk acara maupun rapat. Sudah beberapa kali Parto mendapat pesanan pala pendhem kukus dari lembaga baik negeri maupun swasta.












