Huluhilir.com – Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) yang berada di Kabupaten Bojonegoro telah lama berproduksi. Pada tahun 2026, JBT ditargetkan bisa produksi puncak sebesar 340 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari).
Tapi, bagaimana perjalanan lapangan gas yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut? Berikut ulasan sekilas tentang Lapangan Gas JTB.
Lapangan Gas JTB diresmikan pada Rabu 8 Februari 2023 oleh Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin. Peresmian dilakukan di Sheraton Hotel and Towers, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) bersamaan peresmian PSN lain, yakni Lapangan Gas MDA & MBH.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, pengoperasian Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru serta Lapangan Gas MDA dan DBH, saya nyatakan diresmikan,” kata Wapres KH Ma’ruf Amin kala itu.
Total investasi Lapangan Gas JTB sekitar Rp22,5 triliun. Proyek ini menyerap tenaga kerja berasal dari lokal Bojonegoro sebesar ±65%, puncaknya mencapai 4.941 tenaga kerja lokal (dari total 7.523 tenaga kerja) pada April 2021.
Saat itu, Wapres menekankan perlunya rendah emisi dalam kegiatan operasional. SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menerima tantangan itu dan berkomitmen pada pencapaian target Net-Zero Emission.
Menurut Wapres, dengan strategi-strategi ini, menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan target penurunan emisi Indonesia, dari 29% menjadi 31,89% pada tahun 2030 dengan kemampuan sendiri, dan dari 41% menjadi 43,20% dengan dukungan internasional, serta target Net-Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat
Sebagai operator Lapangan Gas JTB adalah Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC). PEPC meyakini produksi gas dari Lapangan JTB di Kabupaten Bojonegoro akan mencapai kapasitas penuh 340 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari) pada pada 2026.
Lapangan JTB kemudian mulai memproduksi gas perdana pada 20 September 2022. Di awal produksinya, gas sudah mengalir sebesar 70 MMSCFD. Lalu secara bertahap meningkat hingga 192 MMSCFD.
Setelah melalui beberapa tahapan uji ketahanan/performance test, PEPC Zona 12, Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina, mencatatkan produksi full capacity 192 MMSCFD dengan stabil untuk jangka waktu yang panjang. Gas disalurkan secara optimal ke industri di Jawa Timur dan utamanya Jawa Tengah.
Keberadaan pipa gas Cirebon-Semarang memperlancar pasokan gas dari JTB ke industri. Pipa ini merupakan proyek infrastruktur yang bertujuan meningkatkan distribusi gas bumi di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. Gas dari JTB juga diserap oleh pembeli dari PLN, PKG, Jargas Lamongan (PGN).












