Kabar

Bojonegoro Akan Mulai Proyek Swasembada Gula, Siapkan 5.000 Hektare Lahan Tebu

307
×

Bojonegoro Akan Mulai Proyek Swasembada Gula, Siapkan 5.000 Hektare Lahan Tebu

Sebarkan artikel ini
ilustrasi lahan tebu by Gemini

Huluhilir.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai tancap gas mendukung ketahanan pangan nasional melalui sektor perkebunan. Tak tanggung-tanggung, Bojonegoro menyiapkan perluasan lahan tebu hingga 5.000 hektare guna mewujudkan target Indonesia swasembada gula tanpa impor.

Langkah besar ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Pusat yang memprioritaskan peremajaan tanaman tebu melalui program “Bongkar Ratoon”.

Apa Itu Bongkar Ratoon?

Bongkar ratoon adalah proses peremajaan lahan di mana tanaman tebu lama yang sudah menurun produktivitasnya akan dibongkar total. Sebagai gantinya, petani akan menanam bibit tebu baru varietas unggul. Dengan cara ini, hasil panen diharapkan meningkat berkali-kali lipat dibandingkan tanaman lama.

Baca Juga:   Bojonegoro Maksimalkan DTSEN Sebagai Langkah Percepatan Pembangunan

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menjelaskan bahwa percepatan ini adalah bagian dari target besar Jawa Timur untuk meremajakan 70.000 hektare lahan tebu secara total.

“Saat ini, usulan indikatif awal di Bojonegoro mencapai 1.248 hektare, namun angka ini masih terus bergerak dan bisa bertambah seiring sinkronisasi data di lapangan,” ungkap Nurul Azizah.

Melibatkan 1.600 Penggarap Lokal

Untuk mempercepat proses pendataan, Pemkab telah menerjunkan 150 tenaga tambahan guna menginput data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL). Proyek ini nantinya diperkirakan akan menyerap tenaga kerja hingga 1.600 orang penggarap yang berada di sekitar kawasan lahan.

Namun, Wabup Nurul menekankan satu aturan penting: penanaman harus dilakukan di lahan yang memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) resmi. “Kita harus tertib administrasi agar program ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” tambahnya.

Baca Juga:   Rayakan Hari Ibu, Lapak UMKM Perempuan di Pendopo Malowopati Ramai Pembeli

Tetap Jaga Kelestarian Hutan

Meski fokus pada peningkatan produksi gula, Pemkab Bojonegoro menjamin bahwa aspek lingkungan tidak akan dikesampingkan. Proyek ini akan tetap memperhatikan:

  • Keseimbangan Ekosistem: Menjaga produktivitas tanpa merusak alam.
  • Kawasan Hutan: Memastikan wilayah hutan tetap terjaga fungsinya.
  • Kajian Dampak Lingkungan: Melakukan pengawasan ketat agar penanaman tebu tidak mengganggu serapan air dan kelestarian pohon.

Selain proyek tebu, Nurul Azizah juga menegaskan bahwa Bojonegoro tetap fokus menjalankan program prioritas nasional lainnya, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat (SR), hingga Cek Kesehatan Gratis bagi warga.