Huluhilir.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menunjukkan keseriusannya dalam menangani persoalan lingkungan dengan menggerakkan penanganan sampah hingga ke level desa. Langkah nyata ini diperkuat melalui penerbitan Surat Edaran (SE) khusus oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, mengenai pelaksanaan kerja bakti terjadwal yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga tingkat pemerintahan desa.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, Luluk Alifah, menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang.
“Kerja bakti ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah gerakan terstruktur untuk memastikan saluran drainase, area publik, dan titik rawan penumpukan sampah bersih secara rutin dan terkoordinasi,” ujar Luluk.
Komitmen ini merupakan tindak lanjut konkret untuk mendukung kebijakan nasional dalam pengurangan dan penanganan sampah demi mewujudkan tata kelola lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Bojonegoro.
4 Pilar Strategis Pengelolaan Sampah
Untuk mencapai target nasional, Pemkab Bojonegoro menyusun beberapa langkah strategis guna membangun budaya bersih yang melembaga:
- Optimalisasi Fasilitas: Penguatan peran Bank Sampah dan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di tingkat komunitas.
- Desentralisasi Penanganan: Memastikan pengelolaan sampah selesai di lingkungan lokal sehingga tidak memberikan beban berlebih pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
- Edukasi Masyarakat: Mengampanyekan secara masif budaya pilah sampah dari rumah.
- Gaya Hidup Ramah Lingkungan: Mendorong gerakan “diet” atau pengurangan penggunaan produk sekali pakai.
Sinergi Lintas Sektor sebagai Kunci
Luluk menambahkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektor. DLH aktif berkolaborasi dengan berbagai OPD terkait dan pemerintah desa untuk memastikan implementasi di lapangan berjalan efektif. Selain kebijakan, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama agar gerakan ini berkelanjutan.
Melalui langkah-langkah ini, Pemkab Bojonegoro optimis dapat menciptakan lingkungan yang nyaman sekaligus menyukseskan agenda lingkungan nasional menuju Bojonegoro yang Bahagia, Makmur, dan Membanggakan.












