HijauUsaha

Petani Beralih ke Pompa Air Listrik, Biaya Mengairi Sawah Lebih Irit

788
×

Petani Beralih ke Pompa Air Listrik, Biaya Mengairi Sawah Lebih Irit

Sebarkan artikel ini
Bupati Bojonegoro meninjau lokasi pompa air/Bojonegorokab

Huluhilir.com – Era baru pertanian yang lebih hemat dan efisien kini menyapa para petani di Kabupaten Bojonegoro. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengambil langkah maju dengan mendorong peralihan sumber energi mesin pompa air dari tenaga diesel ke tenaga listrik.

Inisiatif penting ini diresmikan langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, di Desa Kanten, Kecamatan Trucuk, Rabu (23/4/2025).

Keputusan untuk meninggalkan ketergantungan pada bahan bakar solar ini disambut gembira oleh para petani. Bupati Setyo Wahono mengungkapkan bahwa gagasan konversi energi ini murni berasal dari keluhan para petani yang kesulitan menanggung tingginya biaya pengairan sawah akibat penggunaan solar.

Baca Juga:   12 Pranata mangsa, sistem penanggalan jawa untuk pertanian dan kehidupan sehari-hari

Peralihan ke pompa air listrik ini bukan hanya sekadar tren, melainkan sebuah solusi konkret untuk menekan biaya produksi pertanian secara signifikan.

Plt Kepala DKPP Bojonegoro, Zainal Fanani, menjelaskan bahwa program ini menargetkan penggantian mesin pompa air berbahan bakar diesel dengan instalasi listrik berdaya 13.200 watt dan dinamo 7.500 watt. Dengan spesifikasi ini, satu unit pompa listrik mampu mengairi lahan seluas 20 hektar. Dampak ekonomisnya pun sangat terasa.

“Dengan konversi ini, efisiensi biaya mencapai Rp 200.000 per hari,” ungkap Zainal Fanani.

Angka penghematan harian ini tentu menjadi angin segar bagi para petani, memungkinkan mereka untuk mengalokasikan dana yang sebelumnya digunakan untuk membeli solar ke kebutuhan pertanian lainnya, atau bahkan meningkatkan keuntungan.

Baca Juga:   Dekranas Pusat Kunjungi Bojonegoro, Dorong Perbanyak Pelatihan Batik Lokal

Peralihan dari BBM ke listrik ini akan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani Bojonegoro. Inisiatif konversi energi pompa air ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara Pemkab Bojonegoro dan PT PLN (Persero). PLN berperan aktif dalam menyediakan infrastruktur jaringan listrik hingga ke tengah area persawahan, memastikan petani memiliki akses mudah ke sumber energi listrik. Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana sinergi antarinstansi dapat menghasilkan solusi inovatif yang berdampak positif bagi masyarakat.

Sebagai wujud komitmen bersama, Bupati Setyo Wahono dan perwakilan PT PLN (Persero) melakukan penandatanganan nota kesepakatan. Selanjutnya, rombongan meninjau langsung instalasi pompa air listrik di tepi Sungai Bengawan Solo, berinteraksi dengan petani yang telah merasakan manfaat dari peralihan energi ini. Inovasi ini bukan hanya sekadar perubahan teknologi, tetapi juga sebuah langkah strategis menuju pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.