Usaha

Cerita Usaha Omah Mie Taruna: Mie Resep Asli dari China

388
×

Cerita Usaha Omah Mie Taruna: Mie Resep Asli dari China

Sebarkan artikel ini
Omah Mie Taruna/Foto: kaj

Huluhilir.com – Jika perut keroncongan saat melintas di seputaran Baureno, Kabupaten Bojonegoro, ada satu nama yang patut masuk daftar buruan kuliner Anda: Omah Mie Taruna. Bukan sekadar warung mie biasa, tempat ini menawarkan sensasi rasa yang berbeda, diklaim berasal dari resep asli Tiongkok yang telah melintasi generasi dan daratan.

Kisah Omah Mie Taruna bermula jauh sebelum warung ini buka di pinggir jalan. Semua berawal ketika Solichun, pemilik Omah Mie Taruna, diajak belajar membuat mie oleh Khoirul Huda ke kakak iparnya di Surabaya. Namanya Mas Hendrik, yang memperoleh teknik membuat mie, dari mie basah menjadi mie siap saji, dari seorang migran dari China bernama Apong. Sosok Apong ini dulunya membuka usaha mie di Jember, di sebuah rumah milik orang tua Hendrik. Nah, ketika Hendrik pindah tinggal di Surabaya. Resep berharga itulah yang kemudian sampai ke Solichun. “Ini resep langsung dari Apong itu,” ujar Solichun dengan nada bangga, menunjuk pada ilmu pembuatan mie yang kini ia kuasai.

Resep ini sederhana namun punya trik tersendiri: hanya mengandalkan air, garam, dan tepung terigu protein tinggi, tanpa sentuhan telur sama sekali. Teknik inilah yang menjadi pembeda utama mie buatannya.

Solichun sebenarnya sudah menjajal bisnis mie ini sejak tahun 2013. Namun, perjalanan tak selalu mulus. Usahanya sempat berjalan, lalu vakum untuk waktu yang cukup lama. Barulah pada tahun 2023, semangatnya kembali membara. Ia memulai kembali usahanya dari nol, berjualan secara online, menawarkan mie mentah dan mie matang.

Melihat respons positif, Solichun kemudian membuka kios kecil di depan rumahnya, di Gang Taruna, Desa Pasinan, Kecamatan Baureno. Dua tahun kemudian, tepatnya Januari 2025, Omah Mie Taruna pindah ke lokasi yang lebih strategis, di pinggir jalan dekat Yayasan Darul Ulum Al-Kholili, menjadikannya semakin mudah dijangkau.

Baca Juga:   9 Kafe dan warkop di Bojonegoro yang hits, tempat nongkrong asyik

Melihat tampilan dan cita rasanya, mie buatan Solichun ini sebenarnya juga sangat layak untuk dijual di kafe atau restoran. Namun, menurut dia, hal itu sudah menjadi angan-angannya dalam pengembangan usaha. Hanya saja, hingga saat ini, ia mengaku masih terkendala modal. Sehingga, ia mengaku siap berpartner dengan pemodal agar usahanya makin berkembang.

Jejak Cerita di Balik Nama Taruna

Setiap brand punya cerita, begitu juga Omah Mie Taruna. Nama “Taruna” sendiri sebenarnya berasal dari alamat rumah Solichun yang pertama kali menjadi markas usahanya: Gang Taruna. Sebelumnya, warung ini pernah bernama “Mie Mana Lagi” karena ada pohon mangga besar di depan rumahnya yang menjadi penanda. Lalu sempat juga menggunakan nama “Taruna 14” mengikuti nomor RT di lingkungannya.

“Tapi angka 14 itu aku hilangkan, dan jadilah Omah Mie Taruna yang seperti sekarang,” katanya sembari menyiapkan mie goreng bagi pelanggannya.

Saat ini, Solichun fokus penuh pada warungnya. Ia memproduksi rata-rata 2 kg tepung untuk diolah menjadi mie basah per hari, yang kemudian diolah menjadi beragam sajian favorit seperti mie ayam, mie goreng, dan mie jebew.

Baca Juga:   Gerai Kebab Pisang Banabom Mulai Buka, Promo Spesial Buy 1 Get 1

“Dulu saya bisa bikin sampai 7 kg mie basah per hari untuk dijual mentah, tapi sekarang fokus untuk warung dulu,” jelasnya.

Toping mie goreng di Omah Mie Taruna juga punya ciri khas: hanya menggunakan daging dada ayam yang diolah sedemikian rupa, menghasilkan tekstur yang khas dan tidak terlalu lembut. Bagi yang ingin berkreasi di rumah, mie mentahnya juga dijual dengan harga Rp 15.000 per kilogram.

Omah Mie Taruna bukan hanya tentang semangkuk mie lezat. Ini adalah cerita tentang ketekunan, adaptasi, dan sebuah resep warisan yang terus hidup, menyajikan cita rasa khas Tiongkok di tengah hiruk pikuk Bojonegoro.