HeadlineUsaha

Bojonegoro Gerakkan Ekonomi Lewat Program GAYATRI, Bagaimana Hasilnya?

718
×

Bojonegoro Gerakkan Ekonomi Lewat Program GAYATRI, Bagaimana Hasilnya?

Sebarkan artikel ini
salah satu warga penerima manfaat program GAYATRI sedang memanen telur/Foto: Bojonegorokab

Huluhilir.com – Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) yang digulirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mulai membuahkan hasil signifikan. Inisiatif ini terbukti mampu menaikkan derajat ekonomi keluarga penerima manfaat (KPM) dengan rutin memanen telur setiap pagi, menjadikannya sumber penghasilan produktif.

Apa Itu GAYATRI?

GAYATRI merupakan inisiatif utama Pemkab Bojonegoro yang bertujuan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui kegiatan peternakan ayam petelur skala rumah tangga. Program ini dirancang sebagai langkah transformatif untuk memutus mata rantai kemiskinan dengan mengubah bantuan sosial menjadi kegiatan ekonomi produktif.

Setiap KPM, yang diambil dari Data Mandiri Kemiskinan Daerah (DAMISDA), menerima satu paket lengkap berisi 54 ekor ayam petelur beserta kandang, pakan, dan pendampingan intensif.

Baca Juga:   Bojonegoro Ditetapkan Jadi Wilayah Sumber Bibit Sapi Peranakan Ongole (PO)

Produktivitas Mencapai 95 Persen

Hasil program GAYATRI hingga saat ini menunjukkan angka yang menggembirakan. Irfai, selaku tim pelaksana program GAYATRI di Desa Alasgung, Kecamatan Sugihwaras, menjelaskan bahwa produktivitas ayam petelur mencapai 95%.

“Dari 54 ayam, sekitar 50 ayam setiap harinya sudah bertelur. Ini menandakan persentase mencapai 95%. Setiap paginya telur diambil dan diberikan pakan 2 kali sehari. Untuk kesehatannya juga kami cek secara berkala,” ungkap Irfai.

Data terbaru dari Pemkab Bojonegoro juga mencatat rata-rata KPM mampu memanen telur setiap hari, dengan total produksi yang terus meningkat di berbagai desa.

Keuntungan Bersih Rata-Rata Rp 600 Ribu Per Bulan

Udin Sumarso, salah satu KPM asal Desa Alasgung, merasakan langsung manfaat ekonomi dari program ini. Udin menyebutkan setiap harinya telur yang dipanen mencapai 50 butir atau sekitar 2,5 kg.

Baca Juga:   4 Desa wisata di Kabupaten Bojonegoro, Desa Jono jadi wisata budaya

Telur GAYATRI dijual dengan harga pasar kisaran Rp 24.000 – Rp 26.000 per kg. Udin menghitung, ia menggunakan 20 hari hasil panen untuk membeli pakan ayam, sementara 10 hari lainnya merupakan keuntungan bersih.

“Sisanya sekitar 10 hari dikali 2,5 kg penjualan telur ayam mendapatkan sekitar Rp 600 ribu – Rp 700 ribu tergantung harga telur di pasaran,” kata Udin, mengungkapkan rata-rata keuntungan bersih per bulan yang didapatkan keluarganya.

Harapan KPM: Lepas dari Garis Kemiskinan

Rasa bahagia diungkapkan Udin Sumarso karena program ini secara nyata membantu menaikkan ekonomi warganya. Ia berharap program GAYATRI dapat berlanjut ke depannya dan semakin banyak membantu masyarakat kecil Bojonegoro.

Baca Juga:   6 Oleh-oleh khas Bojonegoro yang paling populer, cocok bagi wisatawan

KPM lain, Munkamah, juga menyampaikan terima kasihnya kepada Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro. Sebagai seorang petani, hasil panen telur ini sangat membantu perekonomian keluarganya.

“Hasil telurnya saya jual terus dibelikan kebutuhan bahan pokok. Matur suwun Pak Bupati Ibu Wakil Bupati untuk program ayam petelur niki. Mugi-mugi barokah lan membantu masyarakat miskin (Semoga barokah dan membantu masyarakat miskin),” ujarnya.

Kepala Desa Alasgung, Bandriyo, optimis realisasi program GAYATRI akan mewujudkan prioritas Pemkab dalam menurunkan angka kemiskinan. “Semoga tahun depan KPM sudah semakin ringan perekonomiannya dan bisa bebas dari garis kemiskinan. Harapan kami, data kemiskinan di Alasgung bisa berkurang,” tutup Kades Bandriyo.