EdukasiKabar

Hari Perempuan Internasional: Cantika Wahono Ajak Perempuan Bojonegoro Nyalakan Semangat Kemandirian

228
×

Hari Perempuan Internasional: Cantika Wahono Ajak Perempuan Bojonegoro Nyalakan Semangat Kemandirian

Sebarkan artikel ini

Huluhilir.com – Peringatan Hari Perempuan Internasional tahun 2026 di Kabupaten Bojonegoro menjadi momentum refleksi mendalam tentang peran ganda perempuan. Melalui dialog interaktif di Radio Malowopati FM pada Rabu (11/03/2026), Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menekankan bahwa perempuan tidak perlu terjebak dalam stigma pilihan antara karier atau keluarga.

Dalam perbincangan hangat bersama host Ayu Kusuma, perempuan yang juga aktif sebagai akademisi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menggarisbawahi bahwa kunci kemajuan perempuan terletak pada kemampuan menyeimbangkan peran di ruang privat (rumah tangga) dan ruang publik (masyarakat).

Cantika mengungkapkan bahwa kekuatannya menjalankan berbagai peran strategis saat ini tidak lepas dari nilai-nilai yang ditanamkan oleh generasi sebelumnya. Ia menyebut ibu kandung dan ibu mertuanya sebagai pilar inspirasi utama.

Baca Juga:   Ke Bojonegoro, Menteri LH Hanif Faisol Pimpin Korve Kebersihan di Pasar Wisata

“Ibu saya menanamkan kemandirian dan pentingnya pendidikan tinggi meski harus berjuang sendirian sejak muda. Sementara ibu mertua saya mengajarkan bagaimana kasih sayang dan perhatian detail pada keluarga adalah jangkar yang menjaga kita tetap membumi,” ungkap istri Bupati Setyo Wahono tersebut.

Salah satu pesan terkuat yang disampaikan Cantika adalah ajakan untuk mematahkan anggapan bahwa perempuan harus mengorbankan salah satu aspek kehidupannya. Baginya, kolaborasi dalam ekosistem keluarga adalah kunci sukses bagi perempuan untuk tetap bersinar.

  • Dukungan Pasangan: Cantika mengenang masa awal kariernya sebagai dosen, di mana dukungan penuh sang suami menjadi bahan bakar utama untuk tetap berkarya di ranah akademik.
  • Ruang Publik sebagai Semangat: Masuk ke ranah publik bukan berarti meninggalkan rumah, melainkan memperluas kebermanfaatan perempuan bagi lingkungan, masyarakat, hingga negara.
Baca Juga:   Aneka Mie di Omah Mie Taruna

Menanggapi tantangan generasi muda, Cantika mendorong remaja putri di Bojonegoro untuk lebih berani mengenali potensi diri. Ia menyoroti pentingnya literasi dan pendidikan sebagai alat untuk mencapai kesetaraan di sektor politik, hukum, dan ekonomi.

“Setiap perempuan punya sinarnya masing-masing. Tergantung bagaimana kita menyalakannya. Pendidikan adalah cara terbaik untuk memastikan sinar itu tetap terang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa peran ibu yang cerdas sangat krusial dalam melahirkan generasi berkualitas, sebab ibu adalah “madrasah” pertama bagi anak-anaknya.

Didampingi oleh Emi Edi Susanto, Cantika mengajak perempuan Bojonegoro untuk aktif berorganisasi, baik melalui PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), maupun komunitas perempuan lainnya. Wadah-wadah ini menurutnya adalah tempat terbaik untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan.

Baca Juga:   Bojonegoro Siap Kembangkan Irigasi Bengawan Solo dengan Pompa Bertenaga Listrik  

“Jangan pernah ragu. Teruslah belajar dan memberi manfaat. Ketika perempuan maju, maka keluarga akan sejahtera dan daerah akan semakin kuat,” tutup Cantika dengan penuh semangat.